Daerah

Bachtiar Adnan Kusuma: Menulis Buku Butuh Proses

Bachtiar Adnan Kusuma, mengantar peserta Praktek langsung menulis buku dan Deklarasi Forum Penulis Turatea, Kamis 25 Juli 2024 di Perpustakaan Kabupaten Jeneponto

450views

JENEPONTO, BANDUNGPOS literasi Bachtiar Adnan Kusuma kembali menegaskan kalau menulis sebenarnya tidak sulit dan siapa saja bisa menulis buku dengan cepat. Asal saja kata Bachtiar Adnan Kusuma dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan kemauan yang tinggi untuk terus berlatih menulis.

“Menulis dibutuhkan tekad yang kuat, kemauan dan komitmen untuk terus menerus berlatih menulis. Oleh karena itu, menulis penting menjadi budaya masyarakat, selain membaca dan menulis tidak bisa dihilangkan, menulis adalah untuk dikenang sejarah” kata Bachiar Adnan Kusuma, saat tampil menjadi Pembicara Utama di Pelatihan Menulis yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Kamis 25 Juli 2024 yang dipimpin langsung Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto, Nur Alim, SHMH

Bachtiar Adnan Kusuma, Penulis Nasional dan Ketua Forum Nasional Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasadharma Pustaloka Perpustakaan Nasional menggugah peserta yang diikuti 30, kembali menyatakan mengapa sulit menulis dengan baik? Karena kita enggan mengikuti proses, mengikuti metode menulis yang baik dan selalu mau instant. Menulis itu, berproses dan berlatih serta butuh kesabaran. Tapi yang lebih penting, kata BAK menulis wajib dituangkan dalam tulisan, bukan narasi, atau sekadar diksi.

Oleh karena itu, menulis itu penting, selain menyebarkan kecakapan dan kemampuan kepada orang lain, menulis juga menjadi obat kejiwaan. “Siapa yang hobi menulis akan membentuk pribadi yang terstruktur, sistimatis dan berjiwa terbuka” tegas Bachtiar Adnan Kusuma. Bachtiar Adnan Kusuma mengantarkan peserta menulis tentang pengalaman inspiratif sebagai putra-putri Turatea yang berprofesi berbeda-beda, namun memiliki tujuan dan rasa bangga menjadi orang Turatea. Dari praktik langsung menulis kepada para peserta, Bachtiar akan menerbitkan menjadi karya bersama.” Namanya berlatih menulis wajib melahirkan sebuah buku sebagai tanggung jawab publik saya sebagai pengajar dan pelatih Nasional dan lokal menulis” kata BAK.

Di akhir acara pelatihan menulis Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Bachtiar Adnan Kusuma menggagas Deklarasi Forum Penulis Turatea yang terdiri dari Pustakawan, pegiat literasi, guru-guru dan seniman. Deklarasi kesepakatan membentuk Forum Penulis Turatea yang dipimpin Duta Baca Kabupaten Jeneponto Bukamaruddin didampingi pemenang finalis Duta Baca Jeneponto 2023.

Sementara itu, Bachtiar Adnan Kusuma menyerahkan bantuan wakaf buku Dr.H.Alimuddin, SHMHMKn. dan sejumlah buku-buku lainnya dari tokoh-tokoh Sulsel dan tokoh Nasional yang diterima Nur Alim, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Jeneponto. (rm/bnn)

Leave a Response