Oleh Ridhazia
Politik keadaban itu nyata ada di negeri ini. Terbukti, tidak ada kerusuhan berarti setelah pengumuman pemenang pilpres. Secukupnya saja melalui Mahkamah Konstitusi (MK). Pun untuk pileg.
Dalam bahasa manajemen dipopulerkan dengan “win-win solution” bentukan kerangka pikir dan hati ingin memuaskan semua menang.
Dalam perspektif lain, politik keadaban tak lain sebagai politik “basa-basi” yang dalam terminologi ilmu komunikasi kalau basa-basi itu bentuk komunikasi fatik.
Komunikasi fatik adalah komunikasi yang bertujuan untuk menimbulkan kesenangan di antara pihak-pihak yang terlibat di dalamnya (Devito, 2012 ). Berfungsi memberikan kenyamanan kepada diri sendiri maupun dengan orang lain padahal sesungguhnya dongkol.
Politik Keadaban
Politik dongkol ala Indonesia lazim disebut sebagai politik keadaban. Politik yang dikemas agar tidak memanen konflik yang pada gilirannya terbentuk menjadi seperangkat keyakinan.
Politik keadaban sebagai menurut tokoh politik India Jawaharlal Nehru (1889-1964) bisa dimaknai sebagai “pelebaran pikiran dan jiwa” yang merefleksikan ” siapa kita, di mana kita pernah berada, di mana kita berharap”.
Keragaman dan inklusi menjadi dasar nyata bagi politik keadaban. Meminjam kata Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter kalau politik keadaban bukan sebatas wadah peleburan, tetapi mosaik yang indah. Beda orang, beda keyakinan, beda kerinduan, beda harapan, beda mimpi itu keniscayaan hidup yang damai.
Perdamaian bukanlah kesatuan dalam kesamaan tetapi kesatuan dalam keragaman, dalam perbandingan dan perdamaian perbedaan, ujar mantan presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev (1931-2022)
Pendek kata, politik keadaban sebagaimana dilukiskan oleh mantan Sekjen PBB Kofi Annan (1938-2018) : “Kita mungkin memiliki agama yang berbeda, bahasa yang berbeda, warna kulit yang berbeda, tetapi kita semua berasal dari satu ras manusia.” *
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Kota Bandung, junalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.




