Olahraga

Sebanyak 192 Atlet NPCI Kota Bandung Tampil di Seleksi Pelatda NPCI Jabar 2024

669views

 

Ketua NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan. (den/bandungpos.id)

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Tanggal 23-24  Mei 2024 digelar Seleksi Pelatda NPCI Jabar tahun 2024. Sebenarnya hal ini mendadak karena awalnya akan digelar 25 hingga 26 Mei. Tapi mungkin ada satu dan lain hal akhirnya seleksi digelar tanggal 23 hingga 24 mei 2024. Demikian benang merah statemen dari Ketua Umum NPCI Kota Bandung Yadi Sofyan kaitannya dengan Seleksi Pelatda.

“NPCI Kota Bandung mengirimkan 192 atlet serta ofisial sebanyak 111. Jadi sekitar 300 lebih. Ini kontingen terbanyak. Jadi dilingkup Jabar rasanya tidak ada kontingen sebanyak NPCI Kota Bandung. Tentu kami berharap akan banyak atlet yang lolos seleksi, sesuai komitmen kita untuk mendukung NPCI Jabar juara umum dipentas Peparnas 2024,” tutur Yadi.

Yadi pun mengungkapkan ihwal gelaran Peparnas XVII/2024 yang akan berpindah tempat dari Medan, Sumatera Utara ke Kota Solo, Jawa Tengah. Meski demikian, NPCI Kota Bandung sebagai pendukung NPCI Jabar  selalu siap dimanapun tempat penyelenggaraan Peparnas XVII/2024 yang menurut rencana akan dihelat Oktober mendatang.

“Atlet-atlet NPCI Bandung siap tempur untuk membawa nama harum NPCI Jabar sekaligus mewujudkan gelar juara umum Peparnas. Kami sendiri akan tampil di 15 cabor, termasuk cabor bungsu yaitu balap sepeda yang ditulangpunggungi 4 atlet,” ungkap Yadi di sekretariat NPCI Kota Bandung, komplek GOR Pajajaran, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (23/4/2024).

Pada SK yang turun Februari lalu, ada 47 atlet dan 10 pelatih dari 6 cabor yang lolos seleksi Pelatda. Sekarang dari 6 cabor bertambah menjadi 15 cabor. Idealnya yang lolos seleksi bisa duakali lipat dibanding SK pertama yang turun.

Jika memang bisa duakali lipat, itu berarti ekwivalen dengan jumlah atlet diatas 80. Artinya kontribusi atlet NPCI Kota Bandung untuk kontingen NPCI Jabar ke Paparnas berkisar diangka 30 persen lebih.

Menyangkut seleksi Pelatda NPCI Jabar, Yadi berharap mampu mengedepankan arti sportifitas dan adil. Dengan kata lain, mereka yang terbaiklah yang akan tampil di pentas Peparnas.

“Jujur saya katakan, ada beban berat bagi NPCI Jabar untuk merengkuh gelar juara umum di Peparnas tahun ini, apalagi tuan rumahnya Solo yang notabene merupakan daerah di Jateng. Sementara Jateng sendiri punya ambisi besar untuk menjadi juara umum. Jadi ini yang saya maksud beban berat bagi NPCI Jabar,” ungkap Yadi yang juga manajer cabor angkat berat di Peparnas mendatang.

Saat ini kuota atlet Jabar berjumlah 344, sementara yang ikut seleksi berjumlah 700 atlet. Hal ini tentunya akan menjadi pertimbangan Jabar serta melihat peluang si atlet itu sendiri. Misalnya atlet yang bersangkutan juara di seleksi tapi limit waktu di nasionalnya kurang, hal ini menjadi bahan pertimbangan untuk dikirim ke Peparnas.

Menyangkut Pekan Paralympic Daerah (Peparda) NPCI Kota Bandung telah melakukan pembinaan jangka Panjang, sekaligus mulai menyiapkan atlet dengan kualitas mumpuni untuk tampil di Peparda 2026.

“Cuma satu tekad kami, merebut gelar juara umum Peparda 2026. Bagi NPCI Kota Bandung predikat tersebut adalah harga mati !,” tegas Yadi.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung, Jumono mengatakan, saat ini ada 300 lebih atlet yang dibina NPCI Kota Bandung. Dari jumlah sebanyak itu sekitar 192 atlet yang dipilih untuk kelanjutan pembinaan kea arah seleksi  pelatda. Sementara cabor elit yang dimiliki NPCI Kota Bandung ada di tenis meja, catur, angkat berat, judo. Dan ini menjadi cabor unggulan di NPCi Kota Bandung.

Cabor elit itu merujuk pada sisi kompetitif. Artinya cabor yang sudah tampil di tingkat ASEAN dan Asia.

Meski demikian keempat cabor tersebut tidak otomatis lolos seleksi karena segala sesuatunya masih menunggu Technical Hand Book (THB) dari panitia pusat.

Dengan kontribusi 80 atlet lebih, diprediksi sekitar 65 medali emas bisa direbut atlet NPCI Kota Bandung

“Kita sudah diminta oleh Dispora Kota Bandung untuk membuat rencana perolehan medali sehingga tidak lama setelah itu bisa ada bantuan berupa reward dari Dispora,” ujar Jumono. (den)

 

 

 

 

Leave a Response