Kolom Sosial Politik

Bro JANGAN GANGGU!

415views

 

Oleh Ridhazia

Penyataan presiden terpilih Prabowo Subianto menjadi relevan dipertanyakan. Jika ditafsirkan secara liar pernyataan itu berpotensi bakal memburuknya demokrasi.

Padahal biaya demokrasi itu mahal banget. Menguras duit rakyat triliunan rupiah. Sedangkan hasilnya biasa-biasa saja. Malah budaya politiknya dan kebebasan sipil di Indonesia masih buruk.

Mahal

Total anggaran Rp71,3 triliun untuk pelaksanaan Pemilu 2024 tercatat terbesar. Dan cenderung terus menaik. Anggaran Pemilu tahun 1999 saja sudah Rp1,52 triliun, kemudian melonjak naik menjadi Rp4,45 triliun pada Pemilu 2004.

Kualitas Buruk

Sementara kualitas demokrasi di Indonesia tak beranjak baik dibandingkan dengan sebagian besar negara lainnya di dunia. Alias masih buruk.

Berdasarkan Democracy Index oleh Economist Intelligent Unit (EIU) demokrasi di Indonesia menempati urutan ke-52. Dikelompokkan sebagai negara demokrasi terbatas.

Posisi demokrasi Indonesia demikian karena skor budaya politiknya dan kebebasan sipil di Indonesia masih buruk.

Malah dalam versi Freedom in the World oleh Freedom House demokrasi di Indonesia masih kategori semi bebas. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawangan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response