Kolom Sosial Politik

Mengapa OUTING CLASS

606views

 

Oleh Ridhazia

Jangan mewacanakan apalagi melarang kegiatan studi tur. Pasalnya wisata edukasi itu metode belajar yang dianjurkan para ahli pendidikan.

Melalui pembelajaran di luar kelas (outing class) para pelajar bisa membangun pengetahuan sendiri berdasarkan pengalaman sendiri. Menemukan apa yang diinginkan dan yang dibutuhkannya.

Dari Piaget hingga Vygotsky

Secara teori belajar di luar kelas bisa dilacak dari teori konstruktivisme dua filsuf abad ke-20 yang diakui sebagai teori pembelajaran di sekolah moderen.

Jean Piaget (1896 – 1980) adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan psikolog perkembangan Swiss yamg menulis teori perkembangan kognitifnya dan teori konstruktivis.

Sebagaimana juga Lev Vygotsky (1896-1834) seorang psikolog asal Rusia. Ia perumus konsep “zone of proximal development” yang meyakini bahwa perkembangan kognitif merupakan sebuah hasil dari interaksi dengan lingkungan alam dan lingkungan sosial.

Artinya kesejatian belajar tidak melulu hasil disekolah. Apalagi sebatas melalui transper pengetahuan. Tapi sebagai suatu proses ekplorasi pengetahuan melalui bentukan pengalaman nyata.

Field Trip

Publik dan dunia pendidikan bisa memilih wisata edukasi apa saja yang paling mendukung pembelajaran yang menurut Piaget (Dahar, 2011: 159) hanya bisa ditemukan melalui pergumulan dengan realita yang ada di lapangan.

Artinya ketika sekolah merencanakan studi tur muatan belajar harus lebih besar ketimbang wisatanya. Itu sebabnya belajar di luar sekolah tidak selalu berjarak jauh berpuluh kilometer. Tetapi memilih lokasi terdekat saja sudah lebih dari cukup asalkan secara substansi pembelajaran di luar sekolah itu optimal dilaksanakan.

Pilihan ini sekaligus menjadi alasan sekolah mempertimbangkan hal teknis. Di antaranya perbedaan usia siswa, kemampuan finansial orangtua, kesehatan dan keselamatan.

Sekadar contoh saja mengunjungi lahan pertanian dekat sekolah dengan melihat langsung membajak, menanam padi, hingga panen. Bahkan menggiling padi punya bobot pendidikan yang tinggi bagi sekolahan di Karawang.

Demikian pula mengunjungi pusat kerajinan pembatikan atau berkunjung mengamati detail ukuran candi justru bisa memenuh hasrat keingingtahuan pelajar di Sleman Yogyakarta.

Jadi mengapa harus outing class jauh. Kecuali kalau ada motif lain.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, Kota Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikolpgi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Vila Bumi Panyawagan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response