Bandung, BANDUNGPOS.ID – Gelaran cabor karate pada Pekan Olahraga Daerah ke IX tahun 2022 yang dilaksanakan di Subang adalah cikal bakal karate muda potensial muncul. Di arena tersebut ada pengalaman baru muncul selain memupuk mental bertanding bagi karateka-karateka muda kota Bandung.
“Di ajang ini karateka-karateka muda diajak lagi berkompetisi setelah sebelumnya tampil pula di kejuaraan karate di Cirebon dan berhasil merebut 5 emas. Nah sekarang di kejuaraan Bandung Championship yang menjadi program kita (Dispora Kota Bandung) kepada KONI, tantangannya berat, namun kita berupaya menjadi juara umum di Porda X tahun 2026 di Kota Bogor,” ujar Kadispora Kota Bandung Edi Marwoto usai membuka Kejuaraan Karate Bandung Open Championship 2024 di GOR KONI Kota Bandung Jalan Jakarta, Jumat (12/7/2024).
Dispora telah memerintahkan KONI Kota Bandung untuk memanfaatkan anggaran guna menggairahkan program para cabor untuk senantiasa menggelar kompetisi setingkat Walikota Cup karena program ini sifatnya berkesinambungan untuk seluruh cabor.
“Dari semua program yang dilaksanakan, targetnya tiada lain adalah juara umum Porda X/2026. Untuk itulah karena sudah menjadi target, diharapkan semua cabor memberikan laporan. Parameternya, pemerintah kota Bandung akan melihat sejauh mana prestasi setiap cabor” ujar Edi.
Gelontoran dana hibah – ucap Edi, harus diimbangi dengan prestasi. Seiring dengan itu nilai jualnya adalah meningkatnya lagi anggaran dana hibah.
“Seandainya tidak menjadi juara umum Porda tentu berat bagi kami untuk alasan dan argumentasinya. Soalnya dari semua sisi, kita (kota Bandung) sangat mumpuni. Atlet ada, sarana memadai. Kecuali yang menjadi penghambat mungkin faktor non teknis menyangkut kebijakan dari KONI Jabar terkait mutasi atlet,” ungkap Edi.
Edi mengatakan, seandainya semua murni hasil pembinaan, kontingen kota Bandung pasti juara umum di Porda mendatang karena pembinaannya jelas berkesimbungan, termasuk dukungan anggaran yang memadai.
Ditempat yang sama, ketua pengcab FORKI Kota Bandung Agung Satria Negara mengatakan Kejuaraan Karate Bandung Open Championship 2024 adalah ajang untuk pembinaan, selain berkomitmen bahwa FORKI Kota Bandung yang tampil di ajang Porda adalah atlet-atlet hasil binaan kota Bandung.
“Bagi FORKI Kota Bandung tidak ada istilah beli membeli atlet karena potensi atlet karate di kota Bandung itu sangat luar biasa. Data base di FORKI Kota Bandung menunjukkan, dari 17 perguruan kurang lebih ada 3000 karateka didalamnya. Sebagian dari mereka tentunya sudah siap tampil di 15 kelas yang dipertandingkan di Porda,” ungkap Agung.
Menurut Agung dengan digelarnya Kejuaraan Karate Bandung Open Championship 2024, selain untuk pembinaan juga untuk menjaring atlet muda berbakat. Biasanya mulai dijaring dari fase 300 persen, hal ini berkaitan dengan rentang waktu gelaran Porda yang masih cukup lama.
“Untuk tim Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tahun 2025, FORKI kota Bandung sudah membentuk tim. Alhamdulilah pada gelaran Sirkuit 2 Jabar yang berlangsung di Kota Cirebon Juni lalu karateka Kota Bandung berhasil membawa pulang 5 medali emas,” ujar Agung.
Kejuaraan Karate Bandung Open Championship 2024 diikuti 678 atlet dan mempertandingkan 700 kelas serta diikuti karateka usia dini sampai senior. Karena sifatnya kejuaraan terbuka maka semua dojo, perguruan, cabang serta perseorangan bisa ikur serta. (den)





