Olahraga

10 Negara Tampil di Kejuaraan Savate Asia di Indonesia

629views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID – Untuk pertamakalinya Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan Savate tingkat Asia dengan titel  “5th Asian Savate Championship”.

Kejuaraan yang akan berlangsung 24 hingga 29 Juni 2024 ini dihelat di Hotel El Cavana Jalan Pasirkaliki Kota Bandung. Eko Puji Raharjo selaku Ketua Umum Federasi Savate Indonesia merasa takjub dengan animo peserta yang datang dari 10 negara Asia.

Bagi Eko ini tentu sebuah penghormatan sekaligus kepercayaan  besar yang dberikan 10 negara Asia hingga Indonesia didapuk menjadi tuan rumah.

“Ini adalah kejuaraan Savate ketiga yang diikuti Indonesia.Tahun 2021 kejuaraan serupa digelar di Bangladesh kemudian berlanjut di Uzbekistan. Di Bangladesh kita hanya mengirim satu atlet atas nama Raka Natawijaya Raharjo dan berkalungkan medali emas. Sementara atlet yang dikirim ke Uzbekistan berjumlah 5 atlet Savate dengan hasil 1 emas, 4 perak dan 2 perunggu.,” ujar Eko sesaat setelah pembukaan kejuaraan di hotel El Cavana, Rabu (26/6/2024).

Cabang olahraga Savate sendiri memang mirip dengan taekwondo atau thai boxing yang lebih mengandalkan kekuatan dibagian kaki. Dan pada saat general assembly di Usbekistan, Indonesia menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah kejuaraan Savate Asia yang kelima.

“Saat itu Nepal dan Indiapun mengajukan diri. Akhirnya dengan dukungan Korea Selatan, Jepang, Bangladesh dll, Indonesia  terpilih menjadi tuan rumah. Alasannya memilih Indonesia karena faktor geografis dan kemudahan visa,” ucap Eko.

10 negara yang ikut ambil bagian di kejuaraan tahun memang lebih sedikit dibanding penyelenggaraan tahun lalu. Namun bagi Eko hal terebut tak menjadi masalah. Ke 10 negara Asia tersebut menampilkan 137 atle Savate. Sementara Indonesia sendiri selaku tuan rumah menampilkan 48 atlet.

“Selain kejuaraan, diacara ini kita kemas pula  seminar wasit dan juri serta pelatih se Asia. Kita diwakili 8 coach dan 10 wasit Savate. Negara-negara Asia – terutama, menyebut posisi saya sebagai Presiden Indonesian Savate Federation,” ungkap Eko.

Selain Indonesia, negara-negara  yang tampil di kejuaraan ini adalah Bangladesh, India, Korea Selatan, Jepang, Iran, Uzbekistan, China Taipei dan Srilangka. Tahun lalu dikejuaraan serupa sebanyak 13 negara ikut serta.

Eko menyebut, untuk tingkat Asia, negara Iran masih menjadi kiblat kekuatan Savate. Boleh jadi – lanjut Eko, karena Iran seringkali menggelar seminar ihwal Savate. Selain itu presiden Savate lingkup duniapun dari Iran. Dan hal yang paling mendasar adalah Iran sering menggelar kejuaraan Savate tingkat dunia.

Savate menurut Eko adalah cabang olahraga yang pernah dipertandingkan di Olimpiade Paris tahun 1924 dan juga pernah dipertandingan dibeberapa olimpik di benua biru, Eropa.

“Sementara di Olimpiade Paris tahun ini kebetulan Presiden Savate Prancis hadir di kejuaraan savate yang digelar di Indonesia. Beliau juga anggota NOC nya Prancis dan kini menjadi anggota panitia Olimpiade Paris. Di Indonesia baliau akan bicara banyak soal Savate sekaligus memperjuangkan agar Savate dipertandingkan di Olimpiade Paris, minimal ditahap eksibisi,” papar Eko.

Digelarnya kejuaraan Savate tingkat Asia di Indonesia, sekaligus juga menjadi tolok ukur sampai sejauh mana perkembangan pembinaan Savate di Indonesia yang kini memiliki 16 Pengprov Savate dengan beberapa camp.

“Kita sudah mengajukan cabor Savate ke KONI Pusat agar dipertandingkan di beberapa multi event nasional. Namun sampai saat ini rupanya masih dalam tahap penilaian. It”s okay kita tunggu saja,” ujar Eko.

Sementara itu ditempat yang sama, Bidang Kode Etik Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Bambang Rus Effendi mengatakan sampai saat ini upaya untuk lebih mempopulerkan Savate di Indonesia terus dilakukan.

“Hari ini Savate belum menjadi anggota di KOI. Untuk itulah tugas kami di KOI masih sebatas menjadi peninjau. Namun tiba-tiba Federasi Savate Dunia menunjuk Indonesia menjadi penyelenggara kejuaraan tingkat Asia. Namun Mas Eko memang luar biasa karena Indonesia akhirnya menyanggupi untuk menjadi tuan rumah,” ujar Bambang.

Bambang berharap dengan ditunjuknya Indonesia menjadi penyelenggara kejuaraan Savate Asia, bisa menjadi momentum untuk bisa mensejajarkan diri dengan cabor lain seperti kempo, thai boxing dan taekwondo.

Idealnya Savate bisa masuk di KONI dan KOI. Di KONI bisa berkiprah di ajang semacam PON, SEA Games dan Asian Games, sementara di KOI untuk tingkat Olimpiade.

“Kami juga sudah bertemu, membahas dan melaporkan kejuaraan Savate tingkat Asia di Indonesia dengan Ketua KOI Radja Sapta Oktohari. Rencananya beliau akan hadir di kejuaraan ini. Kita tunggu saja diacara penutupan nanti,” ujar Bambang.

Dalam penilaian Bambang, Savate adalah olahraga yang menarik. Namun permasalahannya Indonesia belum lama mengenal Savate.

“Belum ini ini Amir Reza selaku Presiden Savate Asia menjelaskan ke Sekjen KOI, Pak Jaya tentang eksitensi Savate di Asia. Punya prospek bagus kedepannya. Tinggal pembinaan dan sosialisasi yang sekarang dibutuhkan,” ujar Bambang. (den)

 

 

 

Leave a Response