Bandung Raya

Usai Viral di Media, Camat Margahayu Turun Tangan Tinjau Lansia Sukamenak yang Hidup Tanpa MCK dan Tanpa Keluarga

305views

KAB. BANDUNG, BANDUNGPOS.ID — Kisah pilu seorang lansia di Sukamenak kembali menggugah publik setelah diberitakan oleh Berita Jabar.com. Dalam laporan tersebut, Oseng (61), warga Kampung Sekeawi RT 02/09, digambarkan hidup seorang diri di rumah tua tanpa MCK, tanpa keluarga yang mendampingi, dan tanpa bantuan memadai dari pemerintah. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan luas karena menunjukkan bagaimana seorang warga negara dapat terlewat dari perhatian sosial.

Menanggapi viralnya pemberitaan itu, pada hari Senin, 1 Desember 2025, Camat Margahayu Hj. Tati Suharyati, S.H., M.Si., bersama Kepala Desa Sukamenak Taufik, SE, langsung bergerak cepat melakukan peninjauan ke rumah sang lansia. Dengan berjalan kaki melewati gang sempit, rombongan mendatangi rumah reot yang sehari-hari menjadi tempat Oseng bertahan hidup di tengah kesepian. Selain melakukan tinjauan langsung, rombongan juga membawa dan memberikan sembako sebagai bantuan darurat bagi Oseng. Kunjungan ini merupakan respons cepat pemerintah kecamatan setelah kondisi Oseng mencuat ke publik.

Sesampainya di lokasi, Camat Margahayu menyaksikan langsung kondisi rumah yang tidak layak huni, tanpa fasilitas MCK, serta minimnya peralatan dasar untuk kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut diperparah oleh tidak adanya keluarga yang menemani atau mengurus Oseng, sehingga membuatnya bergantung sepenuhnya pada belas kasih warga sekitar.

Camat Margahayu mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pendataan ulang dan koordinasi dengan dinas terkait untuk memastikan Oseng mendapatkan penanganan yang layak. Ia menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terlebih Oseng adalah warga yang dilahirkan, tumbuh, dan tinggal di wilayah tersebut meski memiliki KTP luar daerah.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamenak menambahkan bahwa pihak desa akan memastikan bantuan sosial darurat diberikan, termasuk perbaikan lingkungan tempat tinggal dan upaya pemenuhan kebutuhan dasar. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada lagi warga rentan yang terabaikan hanya karena persoalan administratif atau keterbatasan data.

Kasus Oseng diharapkan menjadi titik evaluasi bagi pemerintah desa maupun kecamatan untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap warga lanjut usia, terutama mereka yang hidup sendiri. Viralnya kasus ini menjadi pengingat bahwa negara harus hadir di tengah warganya, terlebih mereka yang berada pada kondisi paling rentan. (Iding/BNN)

Leave a Response