Bandung Raya

Unisba Libatkan Lebih dari 400 Mahasiswa Edukasi Zero Waste di Arcamanik

80views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pembekalan Program Zero Waste di Kecamatan Arcamanik yang berlangsung di Aula Utama Unisba pada Senin (9/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan socio engineering, yakni metode edukasi dan rekayasa sosial untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, para dosen, serta ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan langsung ke masyarakat. Lebih dari 400 mahasiswa Unisba tercatat akan terlibat dalam program ini. Acara tersebut juga menghadirkan arahan dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, M.Si.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama antara Unisba dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat merupakan momentum penting untuk menghadirkan solusi nyata dalam mengatasi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Unisba akan ditempatkan di 54 RW di wilayah Arcamanik. Setiap RW akan didampingi sekitar sepuluh mahasiswa yang bekerja bersama masyarakat di bawah bimbingan seorang dosen pembimbing. Para mahasiswa tersebut diharapkan mampu berperan sebagai agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga.

“Mahasiswa Unisba diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mendorong masyarakat untuk membiasakan diri memilah dan mengolah sampah dengan lebih baik,” ujarnya.

Rektor juga menegaskan bahwa Unisba telah lama menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan melalui program Clean and Green yang telah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir. Program tersebut mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungan kampus.

Selain itu, Unisba juga terus mengembangkan berbagai inovasi dalam pengelolaan sampah. Salah satu hasil riset yang dikembangkan adalah teknologi reaktor plasma dingin yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengolahan sampah. Teknologi ini bahkan telah diterapkan di wilayah Arcamanik sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menangani persoalan lingkungan.

Tidak hanya inovasi teknologi, Unisba juga membangun jejaring penelitian terkait pengolahan food waste dari sektor restoran. Di sisi lain, pendekatan socio engineering juga diterapkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Melalui tiga pendekatan utama, yakni teknologi, jejaring pengolahan sampah makanan, dan rekayasa sosial di masyarakat, kami berharap dapat memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi pemerintah dalam menangani persoalan sampah,” jelasnya.

Dorong Budaya Zero Food Waste

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar program pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kepemimpinan dan keterampilan sosial.

Ia menambahkan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan soft skill, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kemampuan bekerja sama.

“Pembelajaran di lapangan seperti ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Empat kompetensi ini sangat menentukan keberhasilan di masa depan,” ujarnya di hadapan para mahasiswa.

Ia juga menjelaskan bahwa program ini menargetkan terbentuknya budaya zero food waste di masyarakat. Konsep tersebut menekankan bahwa sampah makanan tidak lagi dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali atau dimanfaatkan secara produktif.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengurangan sampah, pemanfaatan kembali sampah, serta pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kompos dan pakan ternak berbasis maggot.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, turut memberikan dukungan terhadap program tersebut melalui berbagai fasilitas, termasuk penyediaan ribuan ember yang akan digunakan sebagai sarana awal pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat RW. (ask)***

Leave a Response