Unisba Gelar Pemaparan dan Penguatan Pemahaman Instrumen Akreditasi IAPT 4.1 dan IAPS 5.1

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Badan Penjaminan Mutu (BPM) menjadi tuan rumah kegiatan pemaparan dan penguatan pemahaman Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 serta Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5.1. Kegiatan ini dihadiri pimpinan perguruan tinggi, pengelola unit penjaminan mutu, serta tim akreditasi dari berbagai kampus di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.
Acara tersebut berlangsung di Aula Utama Unisba pada Senin (9/3/2026). Dalam kegiatan ini hadir narasumber Prof. Dr. Slamet Wahyudi, S.T., M.T., anggota Dewan Eksekutif BAN-PT, yang memaparkan materi berjudul “Menuju Status Terakreditasi Unggul IAPT 4.1 Mengacu Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025.”
Apresiasi Unisba sebagai Tuan Rumah
Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Unisba sebagai penyelenggara kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan dari LLDIKTI Wilayah IV serta kehadiran narasumber yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai instrumen akreditasi terbaru.
“Terima kasih atas amanah yang diberikan kepada kami untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini serta dukungan dari jajaran LLDIKTI Wilayah IV. Alhamdulillah hari ini sekitar 251 peserta hadir mengikuti kegiatan di Universitas Islam Bandung,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai implementasi kebijakan terbaru, khususnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
Ia juga berharap pemaparan dari Prof. Slamet Wahyudi dapat memberikan gambaran yang jelas bagi para peserta mengenai persyaratan yang harus dipenuhi dalam instrumen akreditasi terbaru. Hal ini mencakup pemahaman tentang kemungkinan pengajuan langsung menuju status Terakreditasi Unggul maupun tahapan yang perlu dilalui oleh perguruan tinggi.
“Melalui pemaparan ini diharapkan para peserta dapat memahami kriteria serta butir penilaian yang harus dipenuhi agar perguruan tinggi dan program studi mampu mencapai peringkat unggul,” jelasnya.
Diikuti 251 Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi
Rektor Unisba juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 251 peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten. Berdasarkan data pendaftaran, peserta terdiri dari 28 akademi, 24 institut, 23 politeknik, 68 sekolah tinggi, dan 108 universitas.
Jumlah peserta yang cukup besar ini menunjukkan tingginya antusiasme perguruan tinggi dalam memahami kebijakan akreditasi terbaru guna meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., dalam sambutannya menyoroti perkembangan jumlah perguruan tinggi di wilayah tersebut yang mengalami perubahan seiring dengan proses evaluasi dan peningkatan kualitas.
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 415 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dan Banten, yang terdiri dari 331 perguruan tinggi di Jawa Barat dan 84 perguruan tinggi di Banten. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya sebagai bagian dari upaya evaluasi terhadap keberlanjutan operasional serta kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pengelolaan perguruan tinggi harus terus diperkuat, khususnya dalam memastikan terpenuhinya standar mutu dan akreditasi pendidikan tinggi,” ujarnya.
Lukman juga menjelaskan bahwa kebijakan terbaru membawa perubahan penting dalam sistem peringkat akreditasi. Jika sebelumnya dikenal kategori A, B, dan C, maka kini sistem tersebut digantikan dengan dua status utama, yakni Terakreditasi dan Unggul.
“Artinya pilihan perguruan tinggi hanya dua: meningkatkan kualitas untuk mencapai status unggul atau tetap berada pada status terakreditasi. Oleh karena itu pemahaman yang komprehensif terhadap instrumen akreditasi menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lukman juga menekankan empat aspek utama yang menjadi kunci keberhasilan dalam proses akreditasi perguruan tinggi, yaitu Kualitas sumber daya manusia dosen, Tata kelola kelembagaan yang baik, Kurikulum yang relevan dan adaptif, dan Dampak lulusan melalui penelitian dan kontribusi nyata kepada masyarakat
Keempat aspek tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi sekaligus mendukung pencapaian status akreditasi unggul. (askur)***





