Uncategorized

Unisba Cetak Mediator Profesional Lewat Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Nasional

13views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Pelatihan Mediator dan Uji Sertifikasi Kompetensi Mediator. Program tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Pengembangan dan Pendayagunaan Mediasi (P4M) Multitalenta serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P4M.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mediator yang memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalisme untuk menangani berbagai sengketa, baik di lingkungan peradilan maupun di luar pengadilan.

Kebutuhan terhadap mediator profesional saat ini terus meningkat seiring implementasi Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Kehadiran mediator yang kompeten dinilai mampu mendorong penyelesaian konflik secara damai, cepat, efektif, dan berkeadilan di berbagai sektor kehidupan.

Pelatihan yang berlangsung sepanjang Mei hingga Juni 2026 tersebut dibagi ke dalam dua angkatan, yakni Batch 1 dan Batch 2, dengan jumlah peserta mencapai 28 orang. Mereka berasal dari beragam disiplin ilmu, mulai dari hukum, syariah, teknik, komunikasi, kedokteran, farmasi, hingga pendidikan. Selain itu, peserta juga terdiri atas berbagai profesi, seperti advokat, notaris, dosen, dokter, guru, dan praktisi dari berbagai bidang.

Keberagaman peserta menunjukkan bahwa kompetensi mediasi kini menjadi kebutuhan lintas sektor. Tidak hanya bagi kalangan hukum, tetapi juga bagi berbagai profesi yang berhadapan dengan penyelesaian konflik maupun sengketa dalam aktivitasnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh pembekalan teori sekaligus praktik mengenai berbagai aspek mediasi. Materi yang diberikan meliputi Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS), penyusunan klausul mediasi dalam kontrak, mediasi penal, kode etik mediator, hingga konsep Mediasi Pancasila Multitalenta.

Untuk memberikan wawasan yang komprehensif, pelatihan menghadirkan narasumber dari unsur akademisi, praktisi, dan aparatur peradilan. Di antaranya Ismu Bahaduri Febri Kurnia, S.H., M.H. serta Dr. Achmad Cholil, S.Ag., S.H., LL.M. dari Mahkamah Agung Republik Indonesia. Hadir pula Guru Besar Fakultas Hukum Unisba, Prof. Dr. Nandang Sambas, S.H., M.H. dan Prof. Dr. Toto Tohir, S.H., M.H., kemudian Arief Rachman, S.H., M.Hum. dari P4M, serta Ridwan, S.H., M.H., CIM., C.Med., CPM.P4M. dari Multitalenta.

Uji Sertifikasi Kompetensi Mediator

Kolaborasi para narasumber tersebut memberikan penguatan dari sisi regulasi, teori, hingga pengalaman praktis sehingga peserta memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai proses penyelesaian sengketa melalui mediasi.

Tidak hanya menerima materi di kelas, peserta juga mengikuti simulasi dan role play mediasi secara intensif. Melalui metode pembelajaran berbasis praktik tersebut, peserta dilatih untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bernegosiasi, dan memfasilitasi proses mediasi sesuai standar kompetensi mediator profesional.

Sebagai tahapan akhir, seluruh peserta mengikuti Uji Sertifikasi Kompetensi Mediator yang diselenggarakan oleh LSP P4M. Proses asesmen dilaksanakan secara luring maupun daring menggunakan sistem sertifikasi berstandar internasional guna memastikan setiap peserta memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antar lembaga dalam pengembangan pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi mediator di Indonesia. Pada penyelenggaraan Batch 1, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) serta Implementation Agreement (IA) antara LPPM Unisba, P4M, dan Multitalenta yang ditandatangani Ketua LPPM Unisba, Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.Hum.

Kerja sama tersebut berlanjut pada pelaksanaan Batch 2 melalui penandatanganan Implementation Agreement (IA) yang diwakili Prof. Dr. Neneng Nurhasanah, Dra., M.Hum. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan mediator yang berkualitas sekaligus memperkuat pengembangan profesi mediator di Indonesia.

Dalam sambutannya, Prof. Neni Sri Imaniyati menyampaikan harapannya agar kerja sama yang terjalin mampu melahirkan lebih banyak mediator yang profesional, berintegritas, dan memiliki kemampuan memfasilitasi penyelesaian berbagai sengketa secara damai sehingga dapat menciptakan hubungan sosial yang lebih harmonis di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara LPPM Unisba, P4M, Multitalenta, dan LSP P4M, diharapkan lahir semakin banyak mediator bersertifikat yang memiliki kompetensi sesuai standar profesi. Sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi mediator di Indonesia sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penyelesaian sengketa yang damai, efektif, dan berkeadilan.(ask)***

Leave a Response