archiveSajak Muhammad Subhan: “Seribu Kubur Seribu Cahaya”

Musik & Budaya

Sajak Muhammad Subhan: “Seribu Kubur Seribu Cahaya”

Muhammad Subhan, penulis, pegiat literasi, founder Sekolah Menulis elipsis, menetap di pinggir Kota Padang Panjang, Sumatra Baray, berdarah Aceh-Minang. Lahir di Medan, 3 Desember. Buku kumpulan cerpennya Jalan Sunyi Paling Duri  (2022) dan  Bensin di Kepala Bapak  (2020). Buku puisinya  Tungku Api Ibu  (2023),  Kesaksian Sepasang Sandal  (2020), dan  Percakapan Marapi  (2024). Novelnya  Rumah di Tengah Sawah  diterbitkan Balai Pustaka (2022). Ia penulis undangan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2017. Esainya tiga terbaik Festival Sastra Bengkulu (2019) dan puisinya tiga terbaik Banjarbaru Rainy Day Literary Festival (2019). Beberapa puisinya dialihwahanakan menjadi...