
Oleh: Ridhazia
SUNDALAND itu sebuah daratan pra sejarah yang tenggelam dan menghilang disapu air pada zaman es yang mencair.
Luasnya daratan purba ini mencakup daratan Asia Tenggara. Terutama pulau-pulau utama Indonesia sekarang antara lain Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan sebagian Semenanjung Malaya.
Penamaan Sundaland pertama kali diperkenalkan oleh ahli geologi Hindia Belanda, Gustaaf Adolf Frederik Molengraaff, pada tahun 1919.
Bukti Peradaban
Hipotesis menyebutkan bahwa daratan luas yang subur ini merupakan tempat tinggal manusia purba dengan tingkat budaya tinggi.
Adalah peneliti seperti Stephen Oppenheimer yang mendeskripsikan kalau Sundaland sebagai “Eden in the East” sebuah pusat peradaban bak surga dari Timur.
Dihipotesiskan, Sundaland sebagai daratan luas yang subur manusia purba dengan tingkat budaya tinggi.
Frasa Sunda
Nama “Sundaland” diusulkan oleh Reinout Willem van Bemmelen (1949) merujuk pada tempat tinggal cikal bakal penduduk di Nusantara.
Di bentang daratan raksasa purba itulah, suku Sunda pewaris langsung peradaban. Suku inilah yang mendiami bagian dataran tinggi dari sisa-sisa Sundaland yang tidak tenggelam.
Dalam antropologi kata Sunda berasal dari kata Sangsekerta Cuddha yang berarti bersih atau suci, yang bermakna bersinar/putih.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

