
Bandung,BANDUNGPOS.ID – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Provinsi Jawa Barat ditangan Pelaksana Tugas (Plt), kinerjanya diawali dengan sosialisasi dan pemaparan program untuk satu tahun.
Sebanyak 63 dari 94 klub anggota PSSI Provinsi di seluruh Jawa Barat hadir mengikuti sosialisasi kedua yang digelar di Gedung PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya, Kota Bandung, Selasa (27/1/2026).
Sebelumnya — pada sosialisasi pertama, bersama pimpinan PSSI Kota dan Kabupaten di seluruh Jawa Barat juga digelar di tempat yang sama, Sabtu (24/1/2026).
Pemaparan program yang sangat beragam dan siap dilaksanakan selama tahun 2026 itu sendiri disampaikan Plt Sekjen PSSI Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jailani Saputra.
Diantara program yang dipaparkan Plt antara lain, kompetisi berjenjang, turnamen andalan Copa Jabar dan Liga Jabar Istimewa sampai pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menyasar kepada perangkat, pelatih, wasit dan match commissioner.
“Kenapa harus kita berkumpul seperti yang sudah kita laksanakan bersama para pimpinan PSSI di Kota/Kabupaten serta klub, selain perkenalan PSSI Jawa Barat yang saat dijalankan oleh Plt kami juga menyampaikan program yang akan kita laksanakan,” ujar Bang jJae — sapaan akrab Muhammad Jailani Saputra.
Bang Jae mengaku kagum akan antusiasme PSSI Kota/Kabupaten maupun klub-klub anggota PSSI Provinsi Jawa Barat terhadap program yang siap dijalankan selama tahun 2026.
“Disitu kami menjelaskan apa tujuan kompetisi U-12 dan 14 serta Copa Jabar dan Liga Jabar Istimewa. Lalu kita sampaikan juga akan memverifikasi klub, baik tata kelola, strukturalnya, sarana pra sarana, pembinaan, pelatihnya, kemampuan finansial, semua ini agar semua berbenah diri bukan hanya ikut kompetisi, kompetisi sehat, dan klub sehat sponsor pasti akan tertarik,” tutur Bang Jae.
Dikatakan Plt Sekjen, PSSI Provinsi PSSI Jawa Barat akan ikut menata apa yang harus menjadi syarat bagi klub – klub apakah sudah ada pelatihnya atau belum termasuk lisensinnya sehingga ketika kompetisi digelar Liga 4 semua sudah tertata.
“Kalau kita bicara standar kita benahi standarnya sehingga nantinya klub tidak kebingungan dalam hal mencari pelatih,” ungkapnya.
Plt Sekjen berharap, ke depan semua klub bisa berbicara tidak hanya sebagai klub amatir tetapi profesional, meskipun klub yang ada PSSI Provinsi Jawa Barat adalah amatir tetap mereka berpikir profesional.
“Disana ada potensi dan kita bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, kota atau kabupaten serta sponsorhsip, alhamdullilah semua antusias, dan bagi klub yang tidak hadir akan kami undang lagi karena ini sangat penting sehingga tidak hanya sepotong informasi yang mereka dapatkan, dan sosialisasi ini merupakan wadah diskusi,” ucapnya.
Menurut Plt Sekjen, sosialisasi berikutnya adalah memaparkan program bagi wasit, Kamis (29/2026). Kemudian, pada 28 Februari 2026 akan diselenggarakan Kongres Biasa.
“Tujuannya silaturahmi dengan suasana baru, program baru dengan berbagai inovasi yang baru dan kemudian rencananya ada 28 Februari nanti akan kita selenggarakan Kongres Biasa dan tidak banyak agenda hanya pengesahan Program Organisasi (PO),” ujar Bang Jae. (den)





