
PADANG, Bandungpos Id.
Persib Bandung sukses mengamankan tiga poin penuh dalam laga pekan ke-26 Super League 2025/26 setelah menundukkan tuan rumah Semen Padang dengan skor meyakinkan 2-0 di Stadion H. Agus Salim, Minggu (5/4/2026) malam. Kemenangan ini menjadi bukti konsistensi pasukan Bojan Hodak dalam mempertahankan ambisi juara mereka di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia.
Pahlawan kemenangan tim tamu malam ini tak lain adalah striker andalan, Ramon Tanque. Pemain asal Brasil itu tampil luar biasa dengan mencetak brace atau dua gol. Ia membuka keunggulan Persib pada menit ke-32, sebelum kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-70 berkat sundulan cantik memanfaatkan umpan silang Thom Haye. Performa tajam Ramon menjadi kunci utama keberhasilan Persib membawa pulang kemenangan dari kandang lawan.
Hasil positif ini membuat Persib semakin kokoh bertengger di puncak klasemen sementara dengan total 61 poin, unggul empat angka dari pengejar terdekatnya, Borneo FC. Meskipun dominan, laga tidak berjalan tanpa tantangan; pada menit ke-91, sempat terjadi kemelut berbahaya di depan gawang Persib, namun kiper Teja Paku Alam tampil sigap menggagalkan upaya tuan rumah, menjaga gawangnya tetap bersih hingga peluit akhir.
Namun, di balik gemilangnya kemenangan dan aksi Ramon Tanque tersebut, ada rasa kecewa yang dirasakan oleh sebagian suporter, salah satunya adalah Kasim, seorang Bobotoh asal Kuningan. Ia mengaku tidak bisa sepenuhnya menikmati momen kegembiraan ini karena tidak dapat menyaksikan langsung keunggulan tim kesayangannya lewat layar kaca.
“Keunggulan Persib malam ini saya tidak bisa saksikan karena tidak tayang di Indosiar yang biasa menayangkannya. Sangat kecewa rasanya,” ujar Kasim. Laga krusial yang menampilkan aksi manis Ramon ini sayangnya tidak disiarkan secara langsung melalui televisi nasional Indosiar, saluran rutin yang biasa menjadi andalan bagi banyak suporter di daerah untuk mendukung tim kebanggaan mereka.
Situasi ini kembali menyoroti isu aksesibilitas penyiaran. Kasim dan mungkin banyak Bobotoh lain merasa terpinggirkan dari euforia kemenangan, terutama karena tidak semua memiliki akses alternatif yang memadai. Ia berharap, ke depannya pihak penyelenggara dan penyiar dapat kembali mempertimbangkan keputusan penayangan seperti ini, sehingga aksi gemilang pemain seperti Ramon Tanque bisa dinikmati secara luas oleh seluruh elemen Bobotoh, di mana pun berada. (ask/id)***





