Kolom Sosial Politik

Radio Malabar: “Halo Bandung, Ini Den Haag!”

401views

Oleh: Ridhazia

RADIO Malabar, sisa peninggalan Belanda sudah menjadi situs. Gedung stasiun pemancar radio di gunung Puntang, selatan kota Bandung itu masih teronggok sebagai bangunan tak berfungsi.

Malah Ambruk

Tak ada tanda tanda bangunan bersejarah dunia pertelekomunikasian dikonstruksi dan dilestarikan. Sebagaimana rekonstruksi Radio Grimento di Swedia. Pemancar tua era PD II itu kini menjadi Warisan Dunia UNESCO.

Apalagi radio Malabar yang berkekuatan 2400 KW itu pernah tercatat sebagai pemancar tercanggih dan terbesar di dunia pada zamannya.

Dibangun pada tahun 1917-1929 atas prakarsa Dr. Cornelius Johannes de Groot, insinyur listrik dan rekayasa mekanis pada Departemen Pos Telepon dan Telegraph (PTT) Hindia Belanda.

Halo Bandung, Ini Den Haag!

Nostalgia tentang pemancar radio selain dari keindahan arsitektur kolonial di tengah hutan belantara saat itu. Juga menyimpan memori yang tak lekang waktu karena di area gedung kokoh itu ada kolam cinta. Konon kolam yang berbentuk “love” untuk pelepas lelah pekerja.

Tapi diantara kenangan yang banyak ditulis tentang Radio Malabar adalan pesan pembuka komunikasi jarak jauh : “Hallo Bandung, Ini Den Hagg!”

Saat itu radio Malabar menjadi satu- satunya media komunikasi antara penduduk Belanda di seluruh dunia, tak terkecuali yang hidup di Nusantara. *

* Ridhazia, dosen  senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response