
KOREA SELATAN, bandungpos.id – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba) memperluas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi ke tingkat global melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Warung Jaya Mba Ita, Busan, Korea Selatan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian internasional INOBIST x 3rd International Conference on Business, Accounting and Commerce (ICoBAC) 2026 yang berlangsung di Busan.
PKM Internasional dipimpin oleh Asri Dewi Nur Anisa sebagai ketua tim dan didukung Rabiatul Adwiyah sebagai anggota. Empat mahasiswa Program Studi Manajemen FEB Unisba turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Partisipasi mahasiswa bertujuan memberikan pengalaman belajar yang menggabungkan pengetahuan akademik, pengabdian kepada masyarakat, dan pemahaman terhadap praktik bisnis global. Mereka dapat mempelajari secara langsung cara sebuah usaha beradaptasi dengan perbedaan budaya dan karakteristik pasar.
Dorong Usaha Lebih Adaptif dan Kompetitif
Pemilihan Warung Jaya Mba Ita sebagai mitra PKM memiliki nilai strategis. Usaha kuliner Indonesia tersebut tidak hanya menjalankan aktivitas ekonomi, tetapi juga ikut memperkenalkan makanan dan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat Korea Selatan.
Tim PKM FEB Unisba memberikan pendampingan dan berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan usaha dari perspektif manajemen. Kegiatan ini diarahkan untuk membantu mitra meningkatkan kemampuan adaptasi, daya saing, dan keberlanjutan bisnis.
Ketua Tim PKM, Asri Dewi Nur Anisa, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu manajemen sesuai kebutuhan pelaku usaha Indonesia di luar negeri.
“Pelaksanaan PKM Internasional ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengimplementasikan keilmuan manajemen secara langsung sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha Indonesia di luar negeri. Kegiatan ini juga membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana sebuah usaha beradaptasi dan berkembang dalam lingkungan bisnis yang berbeda secara budaya maupun karakteristik pasarnya,” ujarnya.
Pendampingan secara langsung memungkinkan tim memahami kondisi usaha secara lebih menyeluruh. Strategi pengembangan bisnis dapat disesuaikan dengan perilaku konsumen, lingkungan budaya, dan dinamika pasar di Korea Selatan.
Kuliner Menjadi Media Diplomasi Budaya
Rabiatul Adwiyah menilai usaha yang dikelola masyarakat Indonesia di luar negeri mempunyai peran penting dalam memperkuat diplomasi ekonomi dan budaya. Kuliner menjadi salah satu media yang efektif untuk memperkenalkan Indonesia sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat internasional.
“Keberadaan usaha kuliner Indonesia di luar negeri memiliki peran yang lebih luas dari sekadar aktivitas ekonomi. Kuliner dapat menjadi media untuk memperkenalkan Indonesia sekaligus membangun hubungan dengan masyarakat internasional. Karena itu, penguatan aspek manajemen, pemasaran, dan pengembangan bisnis menjadi penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha,” jelasnya.
Menurutnya, penguatan manajemen, pemasaran, dan strategi pengembangan usaha sangat diperlukan agar bisnis kuliner Indonesia mampu bertahan dan bersaing di pasar internasional.
Bagi empat mahasiswa yang terlibat, program tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung di luar negeri. Mereka dapat berinteraksi dengan pelaku usaha Indonesia sekaligus mengidentifikasi peluang dan tantangan dalam mengelola bisnis lintas negara.
Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami bahwa pengembangan usaha tidak hanya membutuhkan kemampuan manajerial, tetapi juga kepekaan terhadap budaya, karakter konsumen, dan perubahan lingkungan bisnis.
Pelaksanaan PKM Internasional melengkapi partisipasi FEB Unisba dalam INOBIST x ICoBAC 2026. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup agenda akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan internasionalisasi perguruan tinggi.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa memperlihatkan komitmen FEB Unisba dalam memperluas jejaring internasional sekaligus mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat global.
Prodi Manajemen FEB Unisba berharap kerja sama dengan pelaku usaha dan komunitas Indonesia di luar negeri dapat terus berlanjut. Kolaborasi tersebut berpotensi dikembangkan menjadi program pendampingan jangka panjang serta membuka peluang kerja sama akademik dan pengabdian internasional yang lebih luas.(ask)***





