
Ditulis oleh: H. Iding Mashudi
Tanggal: Sabtu, 18 Juli 2026
BANDUNGPOS.ID
Sungguh menyedihkan melihat politik yang kini kerap menyimpang dari jalur. Bukan lagi perebutan gagasan dan perjuangan demi kebenaran, melainkan ajang saling mencari kesalahan, menebar keburukan, dan sekuat tenaga merendahkan pihak lawan demi sekadar terlihat menang di permukaan.
Setiap langkah, setiap ucapan, dan setiap tindakan pihak lain selalu diteliti hanya untuk menemukan celah dan kekhilafan. Bukan untuk memperbaiki, bukan untuk mengingatkan dengan santun, melainkan untuk dijadikan senjata guna menjatuhkan, memburuk-burukkan, dan memandang rendah sesama yang memiliki perbedaan pandangan.
Lidah dan tulisan seolah tak lelah merendahkan, memandang remeh, dan memaralkan harga diri pihak lawan. Seolah-olah keunggulan mereka lahir dari keburukan orang lain, seolah-olah kebenaran berada mutlak di genggaman mereka, padahal yang tampak hanyalah kesombongan yang tak berdasar dan kebencian yang dipupuk sengaja.
Mereka sibuk menghitung debu di mata saudara, namun tak pernah menyadari balok di matanya sendiri. Terlalu lama memandang ke bawah untuk mencari kesalahan orang lain, hingga lupa menengadah untuk melihat kebenaran, dan lupa bahwa diri sendiri pun penuh noda yang tak pantas disembunyikan.
Politik seperti ini bukanlah pelayanan bagi rakyat, melainkan perbudakan pada hawa nafsu. Ia tak melahirkan solusi, tak membangun peradaban, tak menyatukan hati, melainkan memecah belah, menanam benih permusuhan, dan merusak tatanan kesusilaan yang seharusnya menjadi pondasi bersama.
Ketahuilah, merendahkan orang lain tak akan pernah meninggikan derajatmu. Mencari kesalahan orang lain tak akan pernah menutup kekurangan dirimu. Politik yang luhur adalah membangun tanpa menjatuhkan, meyakinkan tanpa merendahkan, dan menang tanpa harus mematikan orang lain.***





