Perpustakaan Universitas Airlangga Mengadakan Pelatihan Menulis bagi Pustakawan
Perpustakaan Universitas Airlangga Mengadakan Pelatihan Menulis bagi Pustakawan


SURABAYA, BANDUNGPOS--Pada Kamis 19 Juni 2025 di Ruang Parlinah Mujino, perpustakaan Pusat Kampus B Universitas Airlangga Surabaya, mengadakan pendampingan pelatihan kepenulisan yang diikuti oleh seluruh pustakawan
Kepala UPT Perpustakaan Suhernik, S.Sos., M.Si dalam berbagaiya menyampaikan, bahwa UPT Perpustakaan Universitas Airlangga ini para pustakawan tidak hanya mengerjakan pekerjaan teknis tetapi juga ikut mengambil bagian dari tumbuhnya literasi ditengah masyarakat, pengelola informasi juga harus menciptakan informasi salah satunya melalui buku.
Pengetahuan dan keterampilan sifat kompetitif bukan otoritatif, maka siapa saja dan usia berapapun asalkan mau belajar maka dia akan mendapatkan ilmu pengetahuan, para pustakawan Unair ini ada yang usianya mendekati pensiun dan juga banyak yang masih muda tetapi terus belajar, terus tumbuh, apalagi Unair sebagai World Class University pustakawanya harus berkelas juga, ujar Suhernik, S.Sos., M.Si.
Hadir dalam pendampingan kepenulisan Bambang Prakoso (Dosen, Penulis, Ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca Jawa Timur) pada materi pertama ; mengajak para pustakawan Unair berziarah pada literasi abad keluhuran, para leluhur kita mempunya literasi yang Istimewa dan bahkan diakui dunia, banyak naskah yang tersebar diberbagai negara di dunia, peninggalan aksara dan Bahasa yang jumlahnya ratusan.
Literasi kita dikatakan rendah sejak abad ke 16 pada tahun 1602 saat VOC datang membawa aksara latin, sejak saat itu pribumi yang tidak bisa membaca dikatakan buta huruf, mereka punya agenda tersembunyi supaya orang-orang pribumi mudah dikendalikan lalu mengauasai sumber daya alam khususnya rempah-rempah, menyimpulkan.
Dalam materi kedua, Bambang Prakoso mengajak praktik menulis para pustakawan, dengan menuliskan kisah inspiratif, menerapkan teknik menulis yang agak menarik bagi pembaca, membuat pengantar yang menarik dan relevan, isi menyampaikan argumen secara logis, terstruktur, dan penutup meninggalkan kesan yang mendalam bagi pembaca.
Diakhir pelatihan diberi tugas menulis delengkapi format penulisan dan sistematika penulisan, para peserta diberi waktu Dua pekan untuk menyempurnakan tulisan, lalu diakan proses Lay Outting, editing, Cover, Isban dan diterbitkan jadi buku.**(BP/BNN)





