Bandung Raya

Perkuat Tata Kelola Organisasi, Unisba Matangkan Revisi Proses Bisnis

233views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Rapat Koordinasi Revisi Proses Bisnis bertema “Sinkronisasi Koordinasi Antar Unit dalam Struktur Organisasi Baru” pada Kamis (8/1). Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium dan Ruang Pertemuan Gedung Dekanat Unisba Lantai 8 ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola institusi seiring diterapkannya struktur organisasi baru di lingkungan Unisba.

Rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 42 peserta yang terdiri atas unsur Yayasan, pimpinan universitas, ketua dan sekretaris badan serta lembaga, kepala bagian, kepala pusat, hingga kepala UPT. Kegiatan diawali dengan pleno pembuka, kemudian dilanjutkan Pelatihan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) bersama Yendra Rahmat Pamungkas dari ESQ Group Cabang Jawa Barat. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai Basic Risk Management dalam pengelolaan perguruan tinggi yang disampaikan Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) Unisba Prof. Dr. Nan Rahminawati, M.Pd., bersama Kepala Seksi Manajemen Risiko SPI Unisba Dr. Umari Abdurrahim Abi Anwar, S.T., M.S.M.

Agenda inti rapat dilanjutkan melalui lokakarya sinkronisasi koordinasi lintas unit dan lintas bidang. Pembahasan difokuskan pada isu-isu strategis, antara lain pemeringkatan dan akreditasi, pengelolaan sumber daya manusia serta karier dosen dan pembinaan ruhul Islam, kurikulum dan sarana prasarana, hingga rencana strategis, mitigasi risiko, dan keuangan. Lokakarya ini menjadi wadah diskusi untuk menyelaraskan proses bisnis antarunit agar lebih efektif dan terintegrasi dalam struktur organisasi yang baru.

Dalam sambutannya, Rektor Unisba Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan harapan agar rapat koordinasi ini mampu memperkuat sinkronisasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh unit kerja dalam mencapai target institusi. Ia menekankan pentingnya proses pembelajaran bersama antarbagian agar informasi yang disampaikan kepada pihak eksternal dapat lebih akurat, terkoordinasi, dan tidak saling bertentangan.

Rektor juga menegaskan bahwa pencapaian target institusi menuntut kerja keras seluruh unsur pimpinan dan unit kerja, sekaligus menjaga capaian yang telah diraih serta menjalankan amanah dan filosofi berdirinya Unisba. Menurutnya, Unisba lahir dari spirit kuat untuk melahirkan pemimpin yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai agama.

Lebih lanjut, ia berharap sinergi dan kolaborasi yang terbangun dapat diwujudkan melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, serta kerja yang dilandasi keikhlasan. Ia juga berharap materi pelatihan ESQ mampu menyentuh hati seluruh peserta dan menumbuhkan semangat pengabdian kepada lembaga dan institusi Unisba agar terus berkembang ke arah yang lebih baik.

Perkataan dan Perbuatan Harus Selaras

Ketua Badan Pengurus Yayasan Unisba, Prof. Dr. KH. Miftah Faridl, menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang tertata dengan baik, selaras antara perkataan dan perbuatan, serta dilandasi keikhlasan dalam menjalankan amanah kelembagaan. Ia juga menyampaikan bahwa Unisba perlu terus membangun tata kelola yang adaptif, kolaboratif, dan terintegrasi melalui transformasi digital agar mampu menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan yang juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Sumber Daya, Umum, dan Keuangan Unisba, Dr. Helmi Aziz, S.Pd.I., M.Pd.I., menjelaskan bahwa Unisba telah menetapkan struktur organisasi dan tata kelola baru melalui Peraturan Rektor Nomor 198/D.10/SK-Rek/XI/2025. Perubahan tersebut membawa implikasi strategis berupa penyesuaian tugas dan fungsi unit, pembentukan unit baru, serta kebutuhan penyelarasan proses bisnis lintas bidang.

Ia menambahkan bahwa pada tahap awal implementasi masih terdapat potensi ketidakjelasan jalur koordinasi, mekanisme komunikasi, dan prosedur eskalasi antarunit, khususnya pada proses strategis seperti pemeringkatan, akreditasi, kurikulum, sarana prasarana, pengelolaan SDM dan karier dosen, hingga perencanaan strategis dan keuangan. Oleh karena itu, rapat koordinasi ini dipandang penting sebagai forum penyamaan persepsi dan pengambilan keputusan bersama.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat disusun peta koordinasi antarunit, mekanisme komunikasi yang jelas dan akuntabel, serta teridentifikasi persoalan-persoalan krusial dalam koordinasi lintas unit. Hasil rapat koordinasi selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyempurnaan Buku Tata Kelola Islami Berbasis Manajemen Risiko serta pelaksanaan lokakarya sinkronisasi koordinasi lintas unit guna memperkuat sinergi dan kinerja institusi Unisba. (askur/png)

Leave a Response