Nasional

Perbedaan Guru Dulu dan Sekarang dalam Dunia Pendidikan Indonesia

336views

Ditulis Oleh : H.Idimg Mashudi
Tanggal : 25 November 2025

BANDUNGPOS ID.
Perubahan zaman dan perkembangan teknologi membawa dampak besar terhadap sistem pendidikan di Indonesia. Salah satu hal yang paling terlihat adalah perbedaan peran dan metode pembelajaran yang dilakukan guru pada masa lalu dibandingkan dengan guru pada masa kini. Transformasi ini tidak hanya mempengaruhi pola belajar siswa, tetapi juga hubungan antara guru, orang tua, dan lingkungan sosial.

Pada era terdahulu, guru dikenal sebagai sosok yang memiliki wibawa dan kehormatan tinggi di lingkungan masyarakat. Guru dianggap sebagai tokoh sentral yang menjadi sumber utama pengetahuan dan panutan moral. Proses pembelajaran berjalan satu arah, di mana siswa menerima materi secara pasif dan mengandalkan kemampuan menghafal sebagai bagian dari pencapaian akademik.

Sementara pada masa kini, peran guru bergeser menjadi fasilitator dan pendamping belajar. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu karena akses informasi terbuka luas melalui internet dan teknologi digital. Model pembelajaran modern lebih menekankan partisipasi aktif siswa, diskusi, kerja kelompok, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis.

Perbedaan juga tampak dari media dan sarana pembelajaran. Dulu, pengajaran hanya mengandalkan papan tulis kapur, buku cetak terbatas, dan perpustakaan sederhana. Kini, sekolah banyak memanfaatkan perangkat digital seperti komputer, proyektor LCD, platform e-learning, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam aktivitas pembelajaran di kelas.

Dalam hal kedisiplinan, guru masa lalu dikenal tegas dan tidak jarang menerapkan hukuman fisik yang dianggap wajar sebagai bagian dari proses pendidikan. Saat ini, penerapan peraturan fisik dilarang karena dianggap melanggar hak anak. Pendekatan pelatihan lebih diarahkan pada metode konseling, komunikasi, dan pemahaman psikologis.

Hubungan antara guru dan orang tua murid juga mengalami perubahan. Jika dulu orang tua selalu mendukung langkah dan kebijakan guru, kini banyak orang tua yang menetapkan sikap kritis, bahkan tidak jarang membawa persoalan sekolah ke media sosial atau jalur hukum. Kondisi tersebut menambah tekanan dan tantangan bagi profesi guru di era modern.

Selain itu, beban administrasi menjadi persoalan baru bagi guru masa kini. Tuntutan sertifikasi, pelaporan digital, dan penilaian kinerja sering menyita waktu dan energi, sehingga mengurangi fokus pada pengajaran langsung di kelas. Hal ini berbeda dengan guru masa lalu yang lebih banyak menggunakan waktu untuk mengajar dan membimbing siswa.

Secara keseluruhan, baik guru dulu maupun sekarang memiliki kontribusi besar dalam membentuk generasi bangsa. Pendidikan akan semakin kuat jika wibawa, keteladanan, dan nilai pengabdian yang dimiliki guru masa lalu dapat dipertahankan, sekaligus menggabungkan kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi yang menjadi kekuatan guru masa kini.

Leave a Response