Olahraga

Pebulutangkis Kota Bandung Terbanyak Tampil di Kejuaraan Bulutangkis Sirnas C Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026

17views

 

Bandung – BANDUNGPOS,ID :Kota Bandung menjadi  tuan rumah Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C, Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026. Hal ini tentu menunjukan komitmen Kota Bandung untuk selalu menjadi tuan rumah berbagai macam event olahraga level lokal, nasional, sampai internasional akan selalu terbuka.

Demikian benang merah dari rangkaian statemen Walikota Bandung Muhamad Farhan. Menurut Farhan gelaran Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C, Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026 utamanya adalah supaya semangat berolahraga di Kota Bandung tidak pernah mati.

“Sebagai sebuah kota kreatif, kita sudah terkenal dengan berbagai macam pertunjukan, industri kreatif, karya seni, dan lain-lain. Nah, sebagai kota yang diisi oleh para juara — City of Champions, Kota Bandung juga harus tetap mempertahankan tradisi itu, ” ucap Farhan dalam acara Gala Dinner dan Opening Ceremony  Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C, Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026 di Pendopo, Jalan Dalem kaum Kota bandung, Minggu (9/8/2026).

​Farhan menjelaskan, Sirnas C ini  bagian dari rangkaian pembinaan dari PB PBSI. Dan ini merupakan  hasil diskusi  yang singkat tapi langsung produktif bersama dengan Pengurus  PB PBSI, pengurus Kota PBSI, dan juga dengan KONI. Jadi kenginnya sudah jelas, yakni ingin kembali menghidupkan Kota Bandung sebagai salah satu pusat pengembangan dan event-event bulu tangkis nasional.

“Di Kota Bandung sebetulnya talenta sudah ada, tinggal kita melihat perkembangan. Nah, tadi saya diskusi dengan pengurus provinsi juga, Vino mengatakan bahwa Pengprov PBSI sekarang sedang mengembangkan untuk AI berbasis data, data para atlet. Nah, ini mudah-mudahan sih dalam waktu sebulan kita sudah bisa mendapatkan hal itu. Itu sebagai pengembangan sports science sesuai dengan desain besar olahraga di UPI dan di ITB,” jelas Farhan.

Disinggung tentang gelaran pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar 2026, Farhan mengatakan , pada sudah siap menjadi penunjang tuan rumah — bukan tuan rumah utama. Total ada  6 cabor . Keenam  cabor ini mudah-mudahan bisa menjadi memotivasi  untuk tetap menghidupkan atmosfer dan ekosistem olahraga di Jawa Barat, karena Bandung juga tidak bisa lepas dari atmosfer tersebut.

“Targetnya tentu harus menjadi juara umum Porprov. Masa tuan rumah tidak juara umum,” tegas Farhan.

Semangat atlet
Sementara itu Ketua Pengcab PBCI Kota Bandung Sigit Iskandar berharap Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C, Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026 mampu memberikan semangatnya kepada para atlet kita, khususnya yang akan bertanding di Porprov, agar tentunya bisa lebih banyak meraih medali emas..

“Selanjutnya ingin memasyarakatkan kembali olahraga bulutangkis di masyarakat. Karena memang di Kota Bandung ini masih kurang. ​Karena salah satu tugas Dispora kan memang untuk mengaktifkan masyarakat Kota Bandung untuk berolahraga. Dua tahun yang lalu memang 48% yang berolahraga dari jumlah penduduk 2,6 juta jiwa,” kata Sigit.

Sigit mengatakan,  Bandung Of City, Option Then’, juga Bandung Kota Event. tentunya harus dijabarkan ecara konkrit. penjabarannya yang pertama tentunya, salah satunya Sirnas C kita tarik. Yang tadinya tidak ada, alhamdulillah ada. Begitupun di cabor-cabor yang lain.

“​Alhamdulillah tahun kemarin pun kita bisa menarik lebih dari 500.000 orang ke Bandung di bidang olahraga saja di event. Baik fun run, cabor-cabor yang lain pun sama, kita tarik. Alhamdulillah ini kan bisa mendongkrak PAD dan juga ekonomi masyarakat. Tahun 2025 kemarin kita belum direkap lagi d tahun 2026. Intinya tantangan Walkota harus kita laksakana,” tandas Sigit.

Kota Bandung terbanyak

Ditempat yang sama ketua penitia Kejuaraan Bulutangkis Sirkuit Nasional C, Wali Kota Bandung Utama Open tahun 2026, Deris Maulana mengatakan, ​Pertama yang ingin disampaikan adalah Sirnas C ini merupakan Kejuaraan Bulutangkis Wali Kota Bandung Utama Open yang statusnya berubah menjadi Sirkuit Nasional. Artinya, poin ranking-nya tercatat di nasional.

“Adapun jumlah peserta antara lain, pertama, yang sudah entries itu semuanya ada 1.405 peserta. Setelah diverifikasi oleh keabsahan pusat dan tim dari referee di pusat, menjadi 1.244 peserta dan sebanyak 1.208 players yang terdiri dari 209 klub yang tersebar di seluruh Indonesia.
​Klub pendaftar terbanyak ada di Kabupaten Bandung Barat, yaitu PB Taki Arena Badminton Academy sebanyak 109 atlet.
​Adapun Kota Bandung yang mendaftar ada 15 klub dengan jumlah atlet 231. Artinya Pengkot Bandung selaku tuan rumah sebagai pendaftar dengan jumlah atlet terbanyak, yakni 231 atlet,” urai Deris.

Deris berharap, ke depan tentunya dari berbagai masukan pelatih, para ketua klub, Sirnas C Bandung Utama  harus jauh lebih siap. Seperti harapan  Kadispora dan Ketua Umum Pengcab PBSI Kota Bandung, yakni bisa memecahkan rekor dengan jumlah pendaftar terbanyak, seperti halnya yang dilakukan oleh Piala Kajati kemarin sebanyak 2.300 lebih.

Sementara   untuk kategori kelompok umur,  mempertandingkan 21 nomor atau kategori. Mulai dari Usia Dini hingga  Taruna.
​Usia Dini kelompok Tunggal Putra-Putri, Tunggal Anak Putra-Putri, Tunggal Pemula Putra-Putri, Remaja Putra-Putri, Taruna Putra-Putri. Total 21 kategori atau kelompok.” Kata Deris.
Adapun venue yang dipakai ada dua. Yang pertama di GOR BandungJalan Jakarta, yang kedua di GOR Lodaya sebagai GOR pendamping. Adapun di hari keenam nanti partai final semua tersentralisir di GOR Bandung Jalan Jakarta. (den)

 

 

Leave a Response