
Ngopi Sewarung
Indonesia
“Tidak Non Blok” Lagi
Saat ini AS, Israel dan Inggris (tiga aktor di balik kekuatan elite global) memandang Indonesia sebagai basis kekuatan militer dan ekonom di wilayah Asia Tenggara. Mereka berencana berinvestasi membangun kawasan industri maritim di perairan laut Indonesia sebagai bagian dari implementasi perjanjian dagang.
SEJAK— masuk Board of Peace (BoP), sikap Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, terkesan seperti bukan lagi menjadi negara non blok, kecuali dari sisi narasi diplomasi saja. Ini bisa dilihat dari sikap Presiden Prabowo dan peristiwa yang terjadi belakangan ini.
Pertama, Presiden Prabowo terang-terang menyatakan mengakui keberadaan negara Zionis Israel di tengah menyembunyikan dan harapan rakyat Palestina agar Indonesia bisa berpihak secara nyata dan netral terhadap kehancuran dan penderitaan rakyat Palestina.
Kedua, salah seorang petinggi angkatan perang Israel, Jenderal Jacob Ariel seperti yang dikutip Yerusalem Straight, berani terang-terangan menekan Prabowo agar tidak ikut campur dalam urusan perang Israel-Iran. Jenderal tersebut juga menyatakan bahwa orang-orang Israel sudah ada di sekitar Prabowo.
Ketiga, kesan Presiden Prabowo terhadap Donald Trump sebagaimana terlihat dari isyarat saat pertemuan di BoP dan juga dari poin-poin tertuang dalam Perjanjian Dagang RI-AS yang banyak menguntungkan pihak AS.
Keempat, ketika pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamenei wafat, Presiden Prabowo hingga hari ini belum secara resmi mengeluarkan ucapan belasungkawa satu kalimat pun.
Kelima, sejak bergabung di BoP, Presiden Prabowo belum lagi menjalin komunikasi intensif dengan pihak Cina dan Rusia (BRICS) pesaing AS, yang sebetulnya mempunyai kekuatan dan pengaruh besar untuk menyeimbangkan dominasi AS dan Barat di kawasan konflik Timur Tengah. Prabowo malah hendak pergi ke Iran alih-alih ingin menjadi mediator perdamaian. Langkah yang justru menjadi ancaman publik dari dalam dan luar negeri karena dianggap sekadar pencitraan belaka.
Keenam, saat ini AS, Israel dan Inggris (tiga aktor di balik kekuatan elite global) memandang Indonesia sebagai basis kekuatan militer dan ekonom di wilayah Asia Tenggara. Mereka berencana berinvestasi membangun kawasan industri maritim di perairan laut Indonesia sebagai bagian dari implementasi perjanjian dagang.
Ketujuh, setelah berhasil menguasai dan menguras minyak di perut bumi hampir di semua negara di kawasan Timur Tengah (kecuali Iran), AS mulai melirik Indonesia sebagai target proyek masa depan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku nabati, mineral dan bahan tambang yang melimpah di Nusantara. Sekaligus hal itu juga demi menjaga supremasi sebagai negara adikuasa mengantisipasi eskalasi perang Iran berubah menjadi perang dunia ketiga.
Kedelapan, pemerintah China mulai mengingatkan Indonesia agar hati-hati akan kesulitan ekonomi di dalam negeri Indonesia yang kemungkinan dilakukan pihak Cina sebagai efek “berpaling”nya orientasi kerjasama ekonomi- perdagangan luar negeri RI dari Cina ke AS.
Kini Presiden Prabowo menjadi sorotan bahkan jadi obyek kemarahan publik di dalam negeri.Sebagian besar tokoh ulama, akademisi, pelajar, pengamat, intelektual, menilai bergabungnya Indonesia ke BoP sebagai langkah keliru dan merendahkan martabat bangsa di mata dunia. Oleh karena itu, Indonesia harus keluar dari BoP bentukan Donald Trump. Selanjutnya, publik berharap Probowo fokus benahi kondisi dalam negeri dan Indonesia tetap konsisten berada di jalur politik luar negeri non blok sebagaimana yang dirawat dan dipertahankan oleh presiden -presiden sebelumnya.
Pilihan untuk berada di jalur non blok adalah hasil pemikiran, renungan mendalam dari para pendiri bangsai yang mengacu pada nilai-nilai luhur.
Pertama, secara geografis posisi Indonesia adalah jantung dunia, pancer bumi, inti jagat, segala kekayaan yang dibutuhkan oleh seluruh bangsa di dunia tersedia di bumi Indonesia.
Kedua, Indonesia adalah cikal bakal tumbuhnya peradaban umat manusia di dunia (mulai dari sejarah Atlantis sampai kerajaan besar yang bisa menguasai dunia).
Ketiga, negara Indonesia dengan kekayaan nilai-nilai luhur (adat dan kearifan ) untuk menjaga keseimbangan ekosistem dunia yang tak dimiliki oleh bangsa bangsa lain.
Keempat, Indonesia adalah “indung sia” ibu bagi bangsa bangsa lain di dunia yang bertugas mengayomi, melindungi, dan merawat kerukunan semua kehidupan bangsa bangsa dan juga agar dunia tetap damai dan. kekuatan dunia tetap seimbang.
Oleh karena itu, sikap Prabowo di atas dianggap mengingkari kecerdasan dan keluruhan budi yang bisa berakibat fatal bagi reputasi pribadi dan merendahkan martabat bangsa Indonesia.
Pahami perasaannya
Uten Sutendy
Editor : Rianto Muradi




