
Ngopi Jum’at ” Sembahyang”
SEBELUM — mengenalkan kata “sholat” untuk menyebut tindakan ritual ibadah lima waktu, umat Islam di tanah air sering menyebutnya dengan kata “sembahyang”. Yang artinya membuat atau melakukan persembahan untuk dan kepada Sang Hyang, Maha Pencipta (Allah). Kata sembahyang di sini mengandung arti tak terbatas pada perbuatan ritual, melainkan sebuah tindakan mempersembahkan perbuatan, berkarya, ucapan sehari hari untuk, kepada, dan atas nama Tuhan. Setiap perbuatan dan ucapan adalah bentuk persembahan untuk dan kepada Sang Pencipta. Coba bandingkan dengan kata “sholat” yang berarti “zikir” atau mengingat, ritual yang dilakukan lima kali sehari. Terlihat ada reduksi makna yang sangat mendalam ketika kata sembahyang digantikan dengan kata sholat. Sebuah perubahan yang mungkin jadi salah satu penyebab mengapa tindakan ritual lima waktu seringkali tak sebanding lurus dengan prilaku perbuatan sehari-hari di banyak umat Islam.
Pahami perasaannya,
Tuan Sepuluh.





