
Oleh: Ridhazia
MESKI kematian manusia sepenuhnya ditentukan Tuhan. Tidak demikian dengan para ahli teknologi.
Sebuah kalkulator yang bisa memprediksi waktu kematian seorang manusia sudah hadir secara online. Siapa saja bisa mengaksesnya. Asal klik, masukan data dan tunggu hasilnya.
Algoritma
Kalkulator ini akan mengolah secara cermat data historis seseorang dengan mengggunakan algoritma untuk memperkirakan berapa lama lagi seseorang hidup.
Data historis dimaksud meliputi usia, riwayat kesehatan, gaya hidup dan asal-usul demografi. Juga faktor emosional, psikologis, dan sosial seperti tipe optimistik, netral, pesimistik.
Dengan data itulah, kalkulator bisa memperkirakan hari, tanggal dan tahun secara akurat berapa lama seseorang akan hidup sebelum ajal datang.
Tidak Absolut
Kalkulator kematian yang diciptakan ini sebatas panduan dan bukan prediksi absolut.
Apalagi skor yang diukur hanya menjawab kuesioner singkat, tanpa memerlukan tes laboratorium atau pemeriksaan fisik.
Padahal kematian terkait dengan kesehatan. Itu sebabnya, hitungan kalkulator kematian tidak sepenuhnya akurat atau komprehensif sehingga hasilnya tidak dapat diandalkan.
Apalagi kematian manusia senyatanya lebih banyak ditentukan oleh faktor ketidakpastian yang tidak dapat diperhitungkan secara sempurna oleh kalkulator tersebut. Kenyataannya bisa jauh berbeda.*
* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.


