IN MEMORIAM

Legenda Bulu Tangkis Itu Wafat …

379views

 

Oleh: Ridhazia

LEGEBDA bulu tangkis Indonesia, Iie Sumirat (1950-2025) meninggal dunia pada Selasa (22/7/2025).

Sepekan sebelumnya, pebulutangkis asal Bandung itu dilaporkan tidak sadarkan diri dan dirawat di rumah sakit.

Diduga penyakitnya terkait diabetes yang sudah lama diderita.

Pensiun

Nama besar almarhum Iie Sumirat mustahil dilupakan meski pada 1982 pada usia 32 tahun sudah pensiun. Ia justru tenggelam dalam kesibukan sebagai pelatih sekaligus mendirikan PB Sarana Muda.

Pusat latihan bulu tangkis yang kemudian menjadi SGS Elektrik inilah yang kemudian melahirkan legenda baru dari Bandung Taufik Hidayat, atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia yang meraih emas Olimpiade 2004.

Saat ini, Taufik Hidayat menjabat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga era Presiden Prabowo Subianto.

Sang Perkasa

Semasa jayanya bulutangkis Indonesia era tahun 70-an, Iie Sumirat adalah anggota “the Magnificent Seven” atau Tujuh Sang Perkasa bulu tangkis bersama Rudi Hartono, Liem Swie King, Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Christian Hadinata dan Ade Tjandra.

Momen yang dicatat dengan tinta emas terjadi pada saat final Piala Thomas 1979. Ii Sumirat saat itu mengalahkan legenda pebulutangkis Denmark Svend Pria. Dan, Indonesia pun memboyong Piala Thomas.

Selebrasi Tari Sunda

Publik dunia akan mengenang sejarah almarhum saat itu
Iie Sumirat menjadi tunggal utama merebut supremasi dunia di Piala Thomas 1979 melawan Denmark.

Dalam pertandingan sengit melawan Morten Frost Hansen, Iie memenangkan pertandingan, dan ia juga berhasil mengalahkan Svend Pri.

Dalam beberapa poin menjelang akhir gim ketiga melawan Svend Pri, Iie acap kali meloncat-loncat atau menari setiap mendapat angka.

Kekocakan selebrasi khas dan unik ala tarian Sunda itu dilakukan hingga menjelang akhir pertandingan yang bergengsi.

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu ‘anhu wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkholahu...”. *

 * Ridhaia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response