Kontes Da’i dan Da’iyah LD-PWNU Jabar 2025 Resmi Dibuka oleh Kakanwil Kemenag Jabar, H. Dudu Rohman

KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS ID.
Kontes Da’i dan Da’iyah LD-PWNU Jawa Barat 2025 telah resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat, H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si. Pembukaan ini menandai dimulainya sebuah ajang penting dalam pengembangan dakwah Islam di wilayah Jawa Barat. Acara pembukaan yang meriah ini diselenggarakan di Aula Utama Gedung Dakwah PWNU Jawa Barat, dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari berbagai lembaga dan organisasi. Kontes ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi lahirnya generasi pendakwah muda yang berkualitas dan berdedikasi.
Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat sebagai penyelenggara memiliki visi untuk memperkuat dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Kontes ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mencapai visi tersebut, dengan memberikan ruang bagi para da’i dan da’iyah muda untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka. Semangat untuk berdakwah dengan cara yang moderat dan relevan dengan perkembangan zaman menjadi fokus utama dalam ajang ini.
Antusiasme peserta terlihat jelas sejak proses registrasi dimulai. Ratusan peserta dari berbagai pelosok Jawa Barat hadir dengan semangat untuk mengikuti kompetisi ini. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap dakwah yang berkualitas dan berkarakter moderat semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Mereka adalah harapan masa depan dakwah Islam di Indonesia.
Kompetisi tahun ini diikuti oleh 35 peserta yang akan menunjukkan kemampuan mereka dalam beberapa sesi penilaian. Dewan hakim yang terdiri dari para ahli di bidang dakwah dan keagamaan akan memberikan penilaian secara objektif dan profesional. Kehadiran KH Drs. Atus Ludin Mubarok (Ahung), M.Sy., sebagai Wakil Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Dewan Hakim, menambah bobot dan kualitas penilaian dalam kontes ini.
Dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Ketua LD-PWNU Jawa Barat, jajaran PWNU, Baznas, Kemenag, dan perwakilan pemerintah daerah, menjadi bukti bahwa kontes ini memiliki nilai strategis dalam regenerasi pendakwah yang berkualitas. Mereka menyadari bahwa tantangan dakwah di era digital semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pendakwah yang tidak hanya memiliki kemampuan retorika yang baik, tetapi juga pemahaman keagamaan yang mendalam, wawasan kebangsaan yang luas, serta akhlak yang mulia.
KH Atus Ludin dalam penyampaiannya menekankan pentingnya dakwah yang moderat, santun, dan sesuai dengan kultur Nusantara. Ia berharap agar para peserta dapat menjadi mubaligh dan mubalighah yang mampu meneruskan estafet dakwah masa depan dengan bijak, mengedepankan persatuan dan nasionalisme, serta menjunjung tinggi akhlak. Pesan ini menjadi pedoman bagi seluruh peserta dalam mengikuti kontes ini.
Kontes Da’i dan Da’iyah LD-PWNU Jabar 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam melahirkan pendakwah muda yang tidak hanya mumpuni dari sisi keilmuan, tetapi juga siap mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada sore hari setelah proses rekapitulasi nilai oleh dewan hakim. Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang pembinaan karakter dan pengembangan potensi dakwah di kalangan generasi muda. (Iding/bnn)





