Daerah

KKN Unisba Kelompok 07: Aksi Edukatif, Spiritual, dan Sosial Meresap di Hati Warga Cibatu

Kelompok 07 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Bandung (Unisba) membawa semangat “Mengabdi dengan Hati” ke RW 07, Desa Cibatu, dengan menghadirkan program-program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.(foto: komhumas unisba)
386views

GARUT, bandungpos.id. Kelompok 07 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Bandung (Unisba) membawa semangat “Mengabdi dengan Hati” ke RW 07, Desa Cibatu, dengan menghadirkan program-program yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Mulai dari edukasi keselamatan, penguatan spiritual, kepedulian lingkungan, hingga dukungan ekonomi berbasis digital.

Program perdana dimulai Sabtu, 19 Juli 2025, pukul 15.30 WIB di kediaman Ibu Lilis. Bekerja sama dengan Damkar Pangatikan Garut, para mahasiswa menyelenggarakan pelatihan mitigasi bencana rumah tangga. Warga dilatih mengenali potensi kebocoran gas, cara memadamkan api secara mandiri, serta melakukan pertolongan pertama saat kebakaran. Kegiatan interaktif ini direspons positif, terlihat dari antusiasme warga saat simulasi berlangsung.

Selanjutnya, Sabtu, 26 Juli 2025, pukul 10.00 WIB, suasana religius terasa dalam kegiatan Ngaji Bareng (Ngaber) di Masjid Nurul Qolbi. Mengangkat tema “Jejak Cahaya Menuju Insan Kamil”, acara ini dipandu  Dr. Iwan Sanusi, S.Pd.I., M.Pd., dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Unisba, yang mengajak jamaah untuk merefleksi nilai-nilai keimanan, keislaman, dan keihsanan. Pada momen yang sama, mahasiswa turut menyalurkan 50 mushaf Al-Qur’an dan 50 buku Iqra untuk memperkuat sarana belajar mengaji anak-anak dan warga.

Selain dua kegiatan utama tersebut, Kelompok 07 juga menggagas rutinitas mingguan seperti senam pagi, pengajian ibu dan anak, serta gerakan Kamis Bersih (Kamsih) dan Jumat Bersih (Jumsih). Kegiatan ini tidak hanya membudayakan hidup sehat dan bersih, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga.

Di bidang ekonomi, mahasiswa membantu pelaku UMKM lokal untuk lebih dikenal publik melalui digitalisasi usaha. Mereka mendata dan memverifikasi usaha warga, kemudian mendaftarkannya ke Google Maps (Gmaps) lengkap dengan informasi usaha, kontak, jam buka, dan foto produk. Langkah ini membuka jalan baru bagi usaha rumahan seperti keripik dan jajanan tradisional agar lebih mudah diakses konsumen daring.

Menurut tim mahasiswa, seluruh kegiatan disusun berdasarkan hasil pengamatan kebutuhan warga agar manfaatnya dapat berlanjut meski masa KKN berakhir. Mereka berharap, pengabdian ini mampu memicu semangat kolektif masyarakat dalam membangun desa yang lebih tangguh, religius, sehat, bersih, dan mandiri secara ekonomi.(askur/bnn)

Leave a Response