Kabupaten/KotaPendidikan

Ketua AGIPRO EW-LMND Maluku Utara Asri S. Gosora Ultimatum Bupati dan Kadis Pendidikan: Copot Kepsek SDN- 86 Marituso Sekarang!

Ketua AGIPRO EW-LMND Maluku Utara Asri S. Gosora Ultimatum Bupati dan Kadis Pendidikan: Copot Kepsek SDN 86 Marituso Sekarang!

209views

KABUPATEN HALMAHERA SELATAN, Bandungpos.id – Ketua AGIPRO EW-LM/rmND Maluku Utara, Asri S. Gosora, mengeluarkan pernyataan keras sekaligus ultimatum kepada Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Basam Kasuba, dan Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mencopot Kepala Sekolah SDN 86 Desa Marituso.

Asri menegaskan, kondisi SDN 86 bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan sudah masuk kategori darurat pendidikan. Aktivitas belajar mengajar disebut lumpuh total akibat kepala sekolah yang tidak menjalankan tugas dalam waktu lama serta minimnya tenaga pengajar.

“Ini bukan kelalaian biasa, ini pembiaran yang sistematis. Jika Bupati dan Kadis Pendidikan masih diam, maka patut dipertanyakan komitmennya terhadap pendidikan di Halmahera Selatan,” tegas Asri.

Ia menekankan bahwa kondisi tersebut secara terang melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menjamin hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan bermutu.

Menurutnya, tidak adanya guru PNS, PPPK, serta tidak difungsikannya guru honorer telah membuat siswa kehilangan hak belajar. Bahkan, dalam beberapa bulan terakhir, siswa lebih banyak berada di rumah daripada di sekolah.

“Ini kejahatan terhadap hak pendidikan anak. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian oknum. Kepala sekolah harus segera dicopot tanpa kompromi,” lanjutnya dengan nada tegas.

Asri juga menilai aksi boikot masyarakat sebagai bentuk perlawanan yang sah atas ketidakadilan yang terjadi.

“Boikot ini adalah bentuk mosi tidak percaya masyarakat. Ini peringatan keras. Kalau pemerintah tetap tutup mata, maka krisis kepercayaan publik akan semakin dalam,” ujarnya.

Menjelang ujian yang semakin dekat, Asri memberikan peringatan tegas agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Kami beri peringatan tegas: segera copot kepala sekolah, tempatkan guru yang aktif, dan pulihkan proses belajar mengajar. Jika tidak, kami akan menggalang aksi yang lebih besar,” tutup Asri S. Gosora.** (as/rm/BNN)

Leave a Response