
Bandung – BANDUNGPOS.ID : Xiangqi (atau dikenal sebagai Catur Gajah atau Chinese Chess) adalah cabang olahraga (cabor) permainan papan strategi dua pemain yang berasal dari Tiongkok kuno.
Di Indonesia, cabor ini dinaungi oleh PEXI (Persatuan Xiangqi Indonesia) dan telah resmi dipertandingkan di berbagai ajang nasional seperti PORPROV hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Pada Minggu (1/11/2026) baru saja menyelesaikan eksibisi Porprov XV Jabar 2026 di Pusat Kebudayaan Tionghoa Jalan Nana Rohana Kota Bandung.
Permainan ini menyimulasikan pertempuran antara dua kerajaan (Merah dan Hitam) dengan tujuan utama melakukan skakmat terhadap Jenderal (Raja) lawan.
Meskipun mirip dengan catur biasa, Xiangqi memiliki karakteristik unik yang membedakannya:
* Posisi Bidak: Dimainkan pada titik persimpangan garis perpotongan (90 titik), bukan di dalam kotak papan.
* Adanya Sungai (River): Garis horizontal di tengah papan yang membelah kedua wilayah. Sungai ini membatasi pergerakan bidak tertentu (misalnya Gajah tidak bisa menyeberang).
* Adanya Istana (Palace): Area kotak 3×3 dengan garis diagonal di masing-masing sisi papan. Bidak Jenderal dan Penasihat tidak boleh keluar dari wilayah istana ini.
Mengenal 7 Jenis Bidak Xiangqi
Setiap pemain dibekali 16 bidak berbentuk piringan pipih bulat dengan simbol karakter Tionghoa. Berikut adalah fungsi dan pergerakannya:
(Merah / Hitam) Cara Bergerak & Menyerang
Jenderal / Raja 帥 (Shuài) / 將 (Jiàng) Hanya bergerak 1 titik lurus (vertikal/horizontal) di dalam Istana. Kedua Jenderal tidak boleh saling berhadapan langsung tanpa ada bidak penghalang.
Penasihat / Menteri 仕 (Shì) / 士 (Shì) Bergerak 1 titik secara diagonal dan hanya boleh bergerak di dalam lingkungan Istana.
Gajah 相 (Xiàng) / 象 (Xiàng) Bergerak 2 titik secara diagonal (membentuk huruf V/X). Bidak ini murni untuk bertahan karena tidak boleh menyeberangi sungai.
Kuda 傌 (Mà) / 馬 (Mǎ) Bergerak seperti huruf L (1 titik lurus lalu 1 titik diagonal). Berbeda dengan catur barat, Kuda di Xiangqi bisa diblokir jika ada bidak lain yang tepat berada di depan jalur lurus pertamanya.
Kereta / Benteng 車 (Jū) / 車 (Jū) Bidak terkuat yang bergerak lurus vertikal atau horizontal tanpa batasan jarak, selama jalurnya kosong.
Meriam 炮 (Pào) / 砲 (Pào) Bergerak lurus seperti Kereta saat jalan biasa. Namun, untuk memakan bidak musuh, Meriam harus melompati tepat satu bidak lain (baik bidak kawan maupun lawan).
Prajurit / Pion 兵 (Bīng) / 卒 (Zú) Hanya bisa maju 1 titik ke depan sebelum menyeberang sungai. Setelah melewati sungai, mereka bisa bergerak maju atau menyamping (kiri/kanan), tetapi tidak bisa mundur .(den)





