
KOTA BANDUNG, BANDUNGPOS — Pasca kunjungan Menteri Lingkungan Hidup (LHK),ke Pasar Induk Caringin, kondisi tumulan sampah yang sebelumnya sempat viral mendadak jadi bersih. Kondisi tersebut diperkuat saat Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofik meninjau langsung ke lapangan beberapa waktu lalu.
“Penanganan sampah pasar, saat ini kondisinya sudah berubah. Mulai dari TPS yang tadinya terjadi hamparan kini kosong bahkan sampah di setiap jalan yang dilalui bersih,” terangnya.
Menurut Kepala Bagian Umum Pasar Induk Caringin Encep Supita, target awal yang disodorkan Menteri LHK kepada pengelola pasar adalah 2 Minggu setelah kunjungan bahwa sampah harus sudah tuntas.
“Alhamdulillah sampah Pasar Caringin kini sudah tuntas, bahkan dibawah target pak Menteri, yaitu enam hari kerja,” kata Encep Supita, Selasa (27/1/26).
Disebutkan, penanganan sampah di sini yang sedianya menjadi momok pasar hingga dijadikan isu melengkapi tumpukan sampah di wilayah kota, kini dengan sigap permasalahan itu sudah bisa diatasi. Sampah sampah yang tadinya menumpuk di TPS pasar, kini mulai bersih.”
“Sebagian ada yang dibuang ke TPS Sarimukti sesuai dengan ritus jatah dari Pemkot Bandung, dan sebagian lagi kami olah menggunakan mesin berteknologi,” tandasnya.
Encep Supita pun menandaskan, tidak segan segan akan melakukan tindakan keras terhadap, baik pedagang di setiap jongko atau pedagang lainnya yang berada di lokasi pasar melanggar tata tertib pasar seperti membuang sampah.
“Pihak pengelola memberikan himbauan kepada seluruh warga pasar untuk membuang sampah menggunakan karung,” tandasnya.
Sementara itu saat kunjungannya Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofik menandaskan, penyelesaian sampah harus memperhatikan norma norma lingkungan yang tidak boleh lalai di dalamnya. Mulai dari penanganan di TPS dan dikelola oleh Provinsi, kemudian penanganan di tengah yang ditangani Walikota begitupun di hulu juga ditangani Walikota. Dengan demikian diperlukan langkah bersama yang lebih efisien.
“Untuk Kota Bandung sendiri pencapaian pengelolaan sampahnya telah mencapai 22 persen namun ada 70 persen yang harus dioptimalkan. Dengan demikian kita mendorong cepat penanganan sampah. diharapkan tahun 2028 mengamanatkan kepada Bupati/Walikota sebagai penyelenggara,” tandasnya.**( Adem/BNN)





