
BANDUNG, BANDUNGPOS.ID – Sebanyak 2615 atlet taekwondo bakal tampil di Kejuaraan Institut Taekwondo Nusantara (ITN) Open IX/2026. Mereka datang dari 24 pengurus cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesa (TI) se Jawa Barat ditambah 188 unit.
Kejuaraan yang akan berlangsung di Gymnasim UPI, 14-15 Februari 2026 ini akan melibatkan 95 wasit terdiri atas 4 wasit Internasional, 49 wasit nasional dan 42 wasit daerah.
Dalam pers conference yang dilaksanakan di Aula KONI Kota Bandung, Minggu (8/2/2026) hadir sederet panitia pelaksana ITN Open IX/2026 antara lain ketua pelaksana Didin Nurdiansyah , wakil ketua pelaksana Dadan Ahdian, penanggung jawab kejuaraan Nino Frandono, suvervisi Teddy Sunjaya, technical delegate Master Suryana dan seksi pertandingan Budiono.
Ketua Panitia ITN Open IX, Didin Nurdiansyah mengatakan, kejuaraan ITN Open IX digelar dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas pelayanan dan pertandingan. Panitia berkomitmen menghadirkan kompetisi yang lebih baik dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Kenyamanan peserta menjadi prioritas utama dalam kejuaraan ini. Untuk ITN Open ke-9 ini, kami mengedepankan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta,” kata Didin.
Salah satu perubahan signifikan terlihat pada durasi pertandingan untuk kategori junior hingga senior. “Biasanya durasi pertandingan ITN Open hanya satu menit kurang, sekarang kami naikkan menjadi satu menit tiga puluh detik,”urai Didin.
Perubahan durasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan atlet yang akan berlaga di tingkat lebih tinggi. Didin menyebutkan, banyak atlet yang akan tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar menjadikan ITN Open IX sebagai ajang uji coba.
Menurutnya, kejuaraan ini juga berpotensi menjadi ajang seleksi bagi atlet-atlet berprestasi. Bahkan sebagian pihak menjadikan ITN Open IX sebagai ajang seleksi untuk tim inti Porprov 2026.
Dari sisi kepesertaan, ITN Open IX mencatat peningkatan jumlah atlet dibandingkan edisi sebelumnya. Total peserta mencapai 2.615 atlet dari 24 pengcab dan 188 unit yang terdaftar di ITN Open IX.
Pada ITN Open VIII jumlah peserta tercatat sebanyak 2.535 atlet. Ini artinya ada kenaikan jumlah peserta pada ITN Open IX/2026.
Terkait pembinaan, panitia menyiapkan peningkatan penghargaan dan pembinaan bagi atlet berprestasi.
“Untuk pembinaan dan atlet terbaik memang ada peningkatan, namun nominalnya akan diumumkan saat penetapan juara umum,” ujarnya.
Sementara itu penanggung jawab kejuaraan Nino Frandono mengatakan, ITN Open IX membuka peluang atlet masuk program pembinaan daerah.
“Sejauh ini ada masukan dari Taekwondo Jawa Barat agar atlet terbaik bisa dipanggil ke pelatda, bahkan untuk Kota Bandung dijadikan seleksi masuk PPLPD,” ujar Nino.
Disinggung ihwal kenaikan level di pentas ITN Open, Nino mengatakan panitia bukan tidak ingin menaikkan level kejuaraan. Hal ini karena ketua Umum TI Jabar tidak memberi restu ITN Open naik level.
“Pak Ketum bilang, ITN Open harus tetap jadi contoh kejuaraan di Jabar dengan menitikeratkan ke soal pembinaan. ITN Open harus tetap menjadi acuan bagi atlet (taekwondo) untuk lebih mengembangkan kemampuan,” papar Nino.
Mewakili Pengprov TI Jabar, Teddy Sunjaya yng bertindak sebagai supervisi kejuaraan lebih menekankan ke kualitas pertandingan. Banyak pihak menilai ITN Open sebagai kejuaraan sarat kualitas, baik dari sisi penyelenggaraan maupun pemberdayaan UMKM.
“ITN Open setiap tahun diikuti atlet-atlet yang telah menjadi juara di wilayah masing-masing. Jadi juara antar wilayah ketemunya di ITN Open. Dan perlu diingat, setiap tahun dalam penyelenggaraan ITN Open selalu konsisten menurunkan tim talent scouting,” jelas Teddy.
Pada sesi pamungkas, bidang pertandingan Budiono mengucapkan terima kasih kepada media yang telah dengan setia meliput ITN pen dari gelaran pertama hingga ke IX.
“Saya mewakili panitia lainnya di ITN Open mengucapkan termakasih dan memberi apresiasi yang tinggi kapada teman-teman pers yang selalu meliput gelaran ITN Open dari yang pertama hingga yang akan berlangsung sekarang ini. Tanpa keterlibatan teman-teman pers tentu upaya kami untuk lebih memperkenalkan ITN Open, tak akan berarti apa-apa,” ungkap Budiono. (den)





