Bandung Raya

FTK Unisba Yudisium 185 Calon Wisudawan, Tegaskan Peran Lulusan Pendidikan untuk Bangsa

52views

METRO BANDUNG, bandungpos.id — Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar Yudisium dan Pelepasan Calon Wisudawan melalui Sidang Terbuka Senat Fakultas Tarbiyah dan Keguruan di Hotel Grand Asrilia Bandung. Sebanyak 185 calon wisudawan dari jenjang Magister Pendidikan Islam (MPI), S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), dan S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan yudisium menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk menjalankan tanggung jawab keilmuan dan sosial di tengah masyarakat. Momentum tersebut tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi ruang refleksi mengenai amanah ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di FTK Unisba.

Sidang Terbuka Senat berlangsung dalam suasana khidmat dan hangat. Pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, calon wisudawan, serta orang tua dan keluarga turut hadir memberikan dukungan kepada para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan.

Dekan FTK Unisba, Prof. Nan Rahminawati, M.Pd., dalam sambutannya mengingatkan bahwa kelulusan bukanlah garis akhir pendidikan. Sebaliknya, capaian tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu, kompetensi, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama berada di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, ilmu harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebagai lulusan bidang pendidikan, para alumni FTK memiliki posisi strategis dalam ikut membentuk kualitas manusia dan generasi masa depan.

Pendidikan juga tidak cukup dipahami sebagai proses penyampaian pengetahuan. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang memiliki integritas, akhlak, kompetensi, kepedulian sosial, serta kemampuan menghadapi dan memberikan solusi atas berbagai persoalan kehidupan.

Karena itu, lulusan FTK Unisba diharapkan tidak hanya unggul secara akademik maupun profesional. Mereka juga dituntut mampu menjadi insan pendidikan yang memberikan keteladanan sekaligus menghadirkan perubahan positif di lingkungan masyarakat.

Dari Kampus Menuju Ruang Pengabdian

Rangkaian yudisium dan pelepasan turut diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan mahasiswa. Mereka mengungkapkan rasa syukur serta apresiasi kepada pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanan pendidikan.

Selama menempuh studi, para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik. Mereka juga mendapatkan pengalaman sosial, belajar bekerja sama, membangun kemampuan berkomunikasi, serta mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional dan kehidupan bermasyarakat.

Dengan selesainya pendidikan di FTK Unisba, para lulusan kini memasuki fase kehidupan yang baru. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama berada di kampus diharapkan dapat diterapkan dalam ruang pengabdian yang lebih luas.

Kehadiran orang tua dan keluarga turut menjadi bagian penting dalam suasana pelepasan. Kebahagiaan atas kelulusan tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, tetapi juga oleh keluarga yang selama ini memberikan doa, dukungan moral, dan berbagai pengorbanan selama proses pendidikan.

Para orang tua berharap keberhasilan akademik tersebut menjadi bekal bagi para lulusan untuk menjalani kehidupan dengan tetap menjunjung tinggi moral, integritas, tanggung jawab, serta nilai-nilai kebaikan.

Pendidikan sebagai Fondasi Masa Depan Bangsa

Salah satu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah taushiyah yang disampaikan Siti Muntamah, S.AP., M.M., dengan tema “Kontribusi Insan Pendidikan terhadap Kehidupan Bangsa Lebih Baik dan Tantangannya.”

Dalam taushiyahnya, ia menekankan bahwa kualitas sebuah bangsa tidak dapat dipisahkan dari kualitas manusia yang dibentuk melalui pendidikan. Karena itu, membangun pendidikan pada hakikatnya merupakan bagian dari upaya membangun masa depan masyarakat dan negara.

Pesan tersebut dikaitkan dengan wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw.:

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Perintah iqra’ tidak hanya bermakna membaca teks, tetapi juga menjadi dasar bagi berkembangnya peradaban ilmu. Manusia didorong untuk membaca, memahami, mengkaji, dan mengembangkan pengetahuan dengan kesadaran bahwa aktivitas keilmuan tetap memiliki keterhubungan dengan Tuhan Sang Pencipta.

Di sisi lain, berbagai tantangan bangsa seperti persoalan integritas, krisis keteladanan, intoleransi, kesenjangan sosial, penyalahgunaan teknologi, hingga tantangan moral generasi muda membutuhkan keterlibatan insan pendidikan secara lebih aktif.

Yudisium dan pelepasan 185 calon wisudawan FTK Unisba pun menjadi momentum untuk kembali mengingatkan bahwa setiap gelar akademik membawa tanggung jawab yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Para lulusan Magister Pendidikan Islam, S1 Pendidikan Agama Islam, dan S1 PGPAUD akan memasuki berbagai bidang pengabdian. Mereka dapat berkiprah sebagai pendidik, pengelola lembaga pendidikan, peneliti, pelayan masyarakat, birokrat, profesional, maupun menjalankan peran lainnya sesuai kompetensi masing-masing.

Pada akhirnya, FTK Unisba berharap para alumninya mampu menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian, profesi sebagai amanah, dan pendidikan sebagai sarana untuk membangun kehidupan bangsa yang lebih baik. (askur/nmn)***

Leave a Response