Bandung Raya

FK Unisba Gelar PKDM 2026, 163 Dokter Muda Dibekali Karakter dan Integritas Islami

171views

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter yang amanah dan berintegritas. Melalui kegiatan Pembentukan Karakter Dokter Muslim (PKDM), sebanyak 163 mahasiswa profesi dokter angkatan 2025 genap Tahun Akademik 2025/2026 mengikuti pembekalan karakter yang diselenggarakan di Aula Unisba, Jumat (20/2/2026).

Program ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan dokter muda agar tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga memiliki landasan moral serta spiritual yang kuat.

Rektor Unisba, Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., menegaskan bahwa profesi dokter menuntut lebih dari sekadar kecakapan ilmu kedokteran. Ia menyampaikan bahwa karakter, integritas, serta kesadaran spiritual menjadi elemen krusial dalam menjalankan amanah sebagai dokter.

Menurutnya, dokter muslim memiliki tanggung jawab besar untuk memberi manfaat, membantu sesama, dan menjaga profesionalisme dengan penuh tanggung jawab.

“Menjadi dokter muslim adalah amanah. Niat yang lurus, karakter yang kuat, serta kemampuan menjaga nilai-nilai moral dan keislaman menjadi fondasi utama sejak masa pendidikan hingga praktik di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dekan FK Unisba, Dr. Santun Bhekti Rahimah, dr., M.Kes., M.M., menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak dapat dicapai secara instan. Proses tersebut dibangun melalui pendidikan yang terstruktur, pengalaman klinis, serta latihan berkelanjutan.

Ia menambahkan bahwa tantangan profesi dokter yang bersentuhan langsung dengan pasien menuntut empati, etika, serta tanggung jawab yang tinggi.

“PKDM merupakan ikhtiar bersama agar mahasiswa profesi mampu menumbuhkan profesionalisme, empati, dan etika sebagai dokter muslim,” tuturnya.

Materi PKDM: Dari Kode Etik hingga Kedokteran Syariah

Kegiatan PKDM menghadirkan sejumlah materi strategis. Rektor Unisba menyampaikan topik Implementasi 3M dalam Praktik Kepaniteraan, sedangkan Dekan FK memaparkan materi mengenai Kode Etik dan Profil Lulusan Dokter Muslim.

Ketua Lembaga Peningkatan Insan Mujahid, Mujtahid, dan Mujaddid (LPI3M) Unisba, Dr. Parihat Kamil, Dra., M.Si., memberikan penguatan melalui materi Fiqih Thoharoh dan Salat bagi Pasien. Selain itu, Dadang Rukanta, dr., Sp.OT., M.Kes., membahas Implementasi Kedokteran Syariah dalam Pelayanan Rumah Sakit.

Tito Gunantara, dr., SpA., SubSp. Hematoonkologi (K)., M.Kes., turut mengulas pentingnya Hubungan Dokter–Pasien dan Kesejawatan bagi Dokter Muslim sebagai bagian dari etika profesional.

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi diskusi panel bertema Etika Pergaulan dalam Menghindari Dosa Besar (Zina, Minuman Beralkohol, dan NAPZA) serta Kesehatan Mental dalam Praktik Kepaniteraan. Diskusi tersebut menghadirkan Dr. Muhammad Yunus, S.H.I., M.E.Sy., serta Ayu Prasetia, dr., Sp.KJ., MMRS., yang memberikan perspektif hukum dan kesehatan mental dalam dunia pendidikan profesi dokter.

Ketua Panitia PKDM, Rizki Perdana, dr., M.Kes., AIFO-K, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata visi dan misi FK Unisba dalam mencetak lulusan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan profesional.

“PKDM menjadi ruang pembelajaran untuk memperkuat kesadaran, tanggung jawab, serta karakter mahasiswa profesi dokter. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan terus diimplementasikan dalam praktik, tidak berhenti pada kegiatan ini saja,” ujarnya.

Melalui program ini, FK Unisba terus berupaya melahirkan dokter muda yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga amanah, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.(ask)***

Leave a Response