FK Unisba dan 3IKB Tingkatkan Kesiapsiagaan Darurat Melalui Pelatihan Resusitasi Jantung

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan terus dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Fakultas Kedokteran Unisba berkolaborasi dengan Ikatan Ibu-Ibu Keluarga Besar (3IKB) Unisba menggelar pelatihan Resusitasi Jantung dan Pendampingan Tata Laksana Henti Jantung di lingkungan Fakultas Kedokteran Unisba, Sabtu (20/6).
Pelatihan yang diikuti 35 anggota 3IKB Unisba tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban henti jantung sebelum memperoleh penanganan dari tenaga kesehatan. Kemampuan memberikan respons cepat dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan peluang keselamatan korban.
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Tim PKM Fakultas Kedokteran Unisba dan 3IKB Unisba yang dipimpin Yayan Ruhyani, S.Sos. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun budaya tanggap darurat di lingkungan kampus sekaligus memperluas edukasi pertolongan pertama kepada masyarakat.
Tim PKM dipimpin oleh dr. Ermina Widiyastuti, SpJP-FIHA dengan anggota drg. Meta Maulida Damayanti, M.Kes., dr. Meike Rachmawati, M.Kes., Sp.PA., dua tenaga laboratorium, serta lima mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisba. Sementara materi pelatihan dan praktik dipandu oleh dr. Yudi Feriandi, MHPE bersama dr. Nysa Ro Aina Zulfa.
Ketua Tim PKM, dr. Ermina Widiyastuti, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang agar masyarakat awam memiliki kemampuan mengenali gejala henti jantung sekaligus mampu melakukan resusitasi jantung paru (RJP) sesuai prosedur. Menurutnya, tindakan awal yang diberikan oleh orang-orang di sekitar korban sebelum tenaga medis datang dapat memberikan dampak besar terhadap peluang keberhasilan penyelamatan.
“Komunitas 3IKB merupakan bagian dari civitas akademika Unisba yang setiap hari beraktivitas di lingkungan kampus. Kami berharap para peserta mampu mengenali kondisi henti jantung, melakukan resusitasi jantung paru dengan benar, serta memberikan pertolongan pertama pada berbagai kondisi kegawatdaruratan. Selain itu, mereka diharapkan dapat menjadi agen edukasi yang ikut menumbuhkan budaya tanggap darurat di lingkungan kampus maupun masyarakat,” ujar Ermina.
Pelatihan diawali dengan kegiatan senam sehat yang dilanjutkan pemeriksaan kesehatan peserta. Pemeriksaan meliputi pengecekan kadar gula darah, pengukuran tekanan darah, dan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) sebagai bagian dari edukasi kesehatan preventif.
Setelah sesi pemeriksaan, peserta memperoleh materi mengenai penanganan henti jantung beserta demonstrasi teknik resusitasi jantung paru. Instruktur juga menjelaskan langkah-langkah pertolongan pertama yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat sebelum korban memperoleh bantuan medis lanjutan.
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, seluruh peserta mengikuti simulasi resusitasi jantung paru menggunakan manekin dewasa, anak-anak, dan bayi. Peserta juga mempraktikkan teknik penanganan pertama pada korban tersedak menggunakan alat peraga khusus dengan pendampingan langsung dari instruktur.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Fakultas Kedokteran Unisba bersama 3IKB berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada situasi darurat. Kehadiran masyarakat yang terlatih diharapkan mampu meningkatkan peluang keselamatan korban sekaligus mewujudkan lingkungan kampus yang lebih aman, peduli, dan siap menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.(askur)***





