Fikom Unisba Bekali Mahasiswa Literasi Fintech agar Lebih Cerdas Mengelola Keuangan Digital

METRO BANDUNG, bandungpos.id – Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk cara masyarakat mengelola dan mengakses layanan keuangan. Menyadari pentingnya pemahaman mengenai teknologi finansial di kalangan generasi muda, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) menggelar talk show bertema “Literasi Fintech Anak Muda: Smart Financial User” di Student Centre Unisba, Rabu (11/6).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian perayaan Milad ke-43 Fikom Unisba yang diselenggarakan bekerja sama dengan ASPIKOM, Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi), dan Trimegah Sekuritas. Acara menghadirkan dua narasumber, yakni Bhisma Herlambang dari Trimegah Sekuritas dan dosen Fikom Unisba Dr. ME Fuady, M.Si., dengan moderator Santi Indra Astuti, M.Si., Ph.D.
Dekan Fikom Unisba, Dr. Rini Rinawati, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai perkembangan teknologi finansial (fintech) yang kini semakin dekat dengan kehidupan masyarakat digital.
Menurutnya, perkembangan layanan keuangan digital membawa banyak peluang sekaligus tantangan yang perlu dipahami oleh generasi muda. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi keuangan yang memadai agar dapat memanfaatkan berbagai layanan fintech secara bijak.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai produk fintech beserta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut penting agar mereka mampu menggunakan layanan keuangan digital secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Rini menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan memahami perkembangan teknologi yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.
Fintech Kini Menjadi Bagian dari Gaya Hidup Digital
Dalam pemaparannya, Dr. ME Fuady menjelaskan bahwa teknologi finansial berkembang sangat cepat dan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Berbagai layanan fintech menawarkan kemudahan dalam melakukan transaksi, memperluas akses terhadap layanan keuangan, serta meningkatkan efisiensi dari sisi waktu dan biaya.
Menurut Fuady, saat ini masyarakat dapat dengan mudah memanfaatkan berbagai layanan digital seperti dompet elektronik, QRIS, pinjaman online (pinjol), hingga platform investasi berbasis digital. Kehadiran teknologi tersebut memberikan manfaat besar dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa kemudahan tersebut harus disertai dengan pemahaman yang baik mengenai risiko yang mungkin muncul.
“Literasi keuangan menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjebak pada berbagai dampak negatif, seperti perilaku konsumtif yang berlebihan, penyalahgunaan pinjaman online, maupun investasi yang tidak sesuai dengan kemampuan dan profil risiko pengguna,” jelasnya.
Fuady menegaskan bahwa kemampuan memahami layanan keuangan digital merupakan bagian penting dari literasi digital yang harus dimiliki masyarakat saat ini. Karena itu, generasi muda dituntut untuk lebih kritis dalam menilai informasi sebelum mengambil keputusan finansial.
Sementara itu, Bhisma Herlambang dari Trimegah Sekuritas mengulas tren investasi digital yang saat ini semakin diminati oleh kalangan muda. Menurutnya, terdapat tiga instrumen investasi yang paling banyak dipilih investor, yaitu saham, reksa dana, dan obligasi.
Ia menjelaskan bahwa masing-masing instrumen investasi memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami tujuan keuangan serta profil risiko pribadi sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
“Investasi bukan sekadar mengikuti tren yang sedang populer. Generasi muda harus memahami tujuan keuangan mereka, mengenali profil risiko, dan menyusun strategi investasi yang tepat. Dengan literasi yang baik, investasi dapat menjadi sarana untuk membangun masa depan keuangan yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Fikom Unisba berharap mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna aktif teknologi keuangan digital, tetapi juga mampu menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan berbagai layanan fintech. Selain memperkuat pemahaman mengenai keuangan digital, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi yang terus bergerak dinamis. (ask)***





