Evaluasi Ops Ketupat Lodaya 2026, Polresta Bandung Catat Penurunan Signifikan Kecelakaan Dan Kriminalitas

POLRESTA BANDUNG, Bandungpos. Id– Polresta Bandung menggelar kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat Lodaya 2026 serta Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pasca operasi melalui sarana Zoom Meeting. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Besar Polresta Bandung ini dipimpin langsung oleh jajaran Polda Jawa Barat dan dihadiri oleh Wakapolresta Bandung AKBP Putu Hendra Binangkari, beserta seluruh Pejabat Utama (PJU) serta Kapolsek jajaran.
Forum ini menjadi wadah strategis untuk menilai kinerja dan efektivitas pelaksanaan operasi kemanusiaan yang telah dilaksanakan selama periode arus mudik dan balik Idulfitri 1447 H. Evaluasi komprehensif ini dilakukan guna memetakan capaian positif serta mengidentifikasi aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan untuk penyelenggaraan kegiatan di masa mendatang.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 berjalan dengan kondusif, aman, dan tertib. Keberhasilan ini merupakan buah dari sinergitas yang solid antara institusi Polri, berbagai pemangku kepentingan, serta partisipasi aktif dan kesadaran tinggi dari masyarakat luas.
“Selama pelaksanaan operasi, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polresta Bandung terkendali dengan sangat baik. Bahkan, kami mencatat adanya penurunan angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas yang cukup signifikan apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Aldi dalam rilis persnya, Selasa (31/3/26).
Berdasarkan data yang diperoleh, terjadi penurunan kasus kriminalitas hingga mencapai lebih dari 50 persen. Sementara itu, angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan drastis hingga sekitar 76 persen. Efektivitas pengaturan dan rekayasa lalu lintas juga dinilai berhasil mengurai kemacetan, meskipun volume kendaraan yang bergerak mencapai jutaan unit selama masa operasi.
Meskipun mencatatkan prestasi yang membanggakan, Kapolresta Bandung menegaskan bahwa pihaknya tidak boleh berpuas diri. Beberapa aspek perlu ditingkatkan, meliputi optimalisasi pemetaan titik rawan, penguatan koordinasi lintas sektoral, hingga optimalisasi pemanfaatan teknologi seperti CCTV untuk mendukung pengawasan dan respons cepat.
“Evaluasi ini menjadi bahan acuan penting untuk perbaikan berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, kehadiran personel yang responsif, serta penguatan sarana prasarana demi terciptanya rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (Ask/Id)***





