Kolom Sosial Politik

Dulu Polisi, Sekarang Tentara Siram Aktivis

104views

 

Oleh: Ridhazia

PERISTIWA penyiraman air keras ke tubuh aktivis kembali terulang. Dulu, dilakukan polisi. Kini giliran tentara.

Novel Baswedan, mantan penyidik senior KPK, disiram air keras oleh dua oknum polisi pada 11 April 2017 usai salat Subuh di Jakarta. Ia mengalami kerusakan permanen pada mata kirinya.

Kasus serupa karena kemiripan polanya dialami aktivis Kontras Andrie Yunus. Kali ini dilakukan empat prajurit dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) Markas Besar TNI.

Tegang era Prabowo

Ketegangan antara oknum prajurit dengan aktivis berakar pada penolakan Revisi UU TNI yang dianggap memperkuat pengaruh militer dalam ruang-ruang sipil.

Revisi ini dikhawatirkan mengembalikan Dwifungsi ABRI era Orde Baru ketika militer kembali masuk ke jabatan-jabatan publik,

Tapi tetap fokus pada pertahanan negara dan tidak merambah ke ranah politik atau kepolisian dalam penanganan terorisme.

Represif.

Human Rights Watch dan Amnesty International rutin menyoroti situasi di Jakarta ini sebagai bentuk tindakan represif atau membungkam aktivis di Indonesia. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response