
BANDUNG BARAT, Bandungpos Id. – Kabar duka mendalam menyelimuti seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Batujajar, Kabupaten Bandung Barat. Abdul Kholik (52), sosok pegawai setia sekolah, menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (22/4/2026) malam. Kepergiannya yang mendadak di lingkungan sekolah meninggalkan kesan mendalam tentang ketulusan dan pengabdian yang luar biasa.
Kejadian bermula saat sang istri merasa cemas karena suaminya tak kunjung pulang. Melalui telepon, istri almarhum menghubungi rekan kerja yang sedang piket, Yunus, untuk menanyakan keberadaan suaminya. Tim pencarian kemudian melakukan pengecekan ke seluruh area sekolah.
Sekitar pukul 22.25 WIB, jenazah almarhum akhirnya ditemukan di ruang dapur sekolah dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Pihak sekolah segera memindahkan jenazah ke rumah duka untuk prosesi pemakaman sesuai tuntunan agama.
Apa yang membuat kisah ini semakin mengharukan adalah pengorbanan terakhir sang almarhum. Berdasarkan keterangan resmi dari Kepala Humas SMAN 1 Batujajar, H. Darman, S.Pd., M.Pd., kondisi kesehatan almarhum sebenarnya sedang menurun.
Sebelum berangkat bekerja, sang istri bahkan sempat melarang dan memintanya untuk beristirahat di rumah karena melihat kondisi fisiknya yang sedang sakit. Namun, dengan rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi, Abdul Kholik tetap memilih hadir untuk menjalankan tugasnya.
“Kami semua sangat terkejut dan kehilangan. Sebenarnya istri beliau sudah melarang bekerja karena kondisinya sedang tidak sehat, namun karena semangat pengabdiannya yang besar, beliau tetap ingin bertugas hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di tempat ia bekerja,” ungkap H. Darman dengan nada sedih, Rabu (23/4).
Kepergiannya di tempat kerja mengukir sejarah bahwa beliau adalah sosok yang benar-benar setia hingga detik terakhir. Dugaan sementara, penyebab meninggalnya adalah faktor alamiah atau sakit yang dideritanya.
Seluruh civitas akademika SMAN 1 Batujajar menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Bagi guru, staf, maupun siswa, almarhum dikenal sebagai sosok yang baik hati, ramah, dan sangat berdedikasi selama mengabdi di sekolah tersebut.
Dalam pernyataan resminya, keluarga besar sekolah mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Mereka mendoakan agar seluruh amal ibadah dan ketulusan hati Bapak Abdul Kholik diterima oleh Allah SWT.
“Syurga adalah tempat istirahat terbaik untukmu. Jasa dan kenangan indahmu akan selalu terukir di hati kami semua,” tulis pihak sekolah dalam pesan dukanya.
Selamat jalan, Bapak Abdul Kholik. Terima kasih atas segala pengabdianmu. Semoga ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. (Ask/Id)***





