Bandung Raya

Cicah, Pedagang Bunga Musiman, Stok Ludes Habis Terjual Menjelang Idul Fitri 1447 H

129views

KAB. BANDUNG, Bandungpos.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan bunga untuk tradisi ziarah kubur maupun mempercantik tampilan rumah meningkat drastis. Hal ini menjadi momen paling dinantikan para pedagang musiman, salah satunya Cicah (61).

Warga asal Parompong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini sudah menggeluti usaha berjualan bunga musiman selama kurang lebih 16 tahun. Setiap tahun, ia rutin membuka lapak di Pasar Kopo Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung untuk melayani pembeli.

Biasanya Cicah mulai berjualan sejak H-4 Idul Fitri, saat permintaan masyarakat mulai meningkat dan persiapan menyambut hari raya semakin gencar. Berbagai jenis bunga disiapkannya sesuai kebutuhan, terbagi menjadi dua kategori utama yakni untuk keperluan ziarah kubur dan hiasan rumah.

Untuk bekal ziarah kubur, Cicah menyediakan jenis bunga favorit masyarakat seperti mawar, melati, bunga telang, bunga kertas hingga bunga asoka. Sementara itu, untuk kebutuhan hiasan rumah tersedia pilihan bunga segar dalam pot, rangkaian bunga rampai, hingga berbagai hiasan pintu dan dinding yang cocok mempercantik suasana rumah saat hari raya.

Kabar menggembirakan datang tahun ini, di mana Cicah merasakan peningkatan hasil penjualan yang cukup signifikan. Bahkan, seluruh stok bunga yang ia bawa habis terjual tanpa sisa, menjadi berkah tersendiri di tengah usaha yang sangat bergantung pada momen spesial ini.

Penuh rasa syukur, Cicah mengungkapkan harapannya agar kondisi baik ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sehingga usahanya tetap lancar mencukupi kebutuhan keluarga. Meski usia tidak lagi muda, semangatnya dalam berdagang tidak pernah surut, menjadi cerminan nyata ketekunan pedagang kecil.

Kepuasan juga dirasakan oleh para pembeli yang datang. Salah satunya Lilis (30), warga asal Sukamenak yang mengaku rutin berbelanja di lokasi tersebut setiap tahun.

“Saya beli untuk dua keperluan sekaligus, yakni hiasan rumah dan bekal ziarah kubur ke makam keluarga. Selain lokasinya mudah dijangkau, pilihan bunganya juga lengkap,” ujarnya saat ditemui di Pasar Kopo Sayati, Jumat (20/3/2026).

Menurut Lilis, kualitas bunga yang ditawarkan masih segar dan harganya cukup terjangkau, sesuai dengan kantong masyarakat. Ia juga mengapresiasi ketekunan para pedagang seperti Cicah yang sudah bersiap sejak jauh hari. Baginya, keberadaan pedagang lokal sangat membantu warga menjalankan tradisi menyambut hari raya dengan lancar. (ask/id)***

Leave a Response