Opini

OpiniPendidikan

“Refleksi Barak dalam Dunia Pendidikan”

Oleh: Entang Rukman, S.Pd Anggota Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) KRISIS-- karakter di kalangan remaja saat ini menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Tawuran, perilaku konsumtif, hingga rendahnya empati sosial menunjukkan perlunya pendekatan baru dalam pelatihan karakter siswa. Salah satu inspirasi yang belakangan mulai dipertimbangkan adalah pendekatan berdasarkan nilai-nilai kehidupan barak militer—bukan dalam bentuk kekerasan fisik, melainkan melalui struktur, kedisiplinan, ketangguhan, dan tanggung jawab kolektif. Konsep barak militer dapat diterapkan dalam dunia pendidikan secara kontekstual, terutama dalam kerangka layanan bimbingan dan konseling (BK). Dalam pendekatan ini, konselor berperan bukan...
Opini

Semangat Kebangkitan Nasional dalam Refleksi Hari Dokter: Mengokohkan Peran Kesehatan untuk Bangsa

Oleh Sukma Sahadewa Peran dokter dalam era kebangkitan baru tidak lagi terbatas pada praktik klinis, melainkan juga meluas ke bidang pendidikan dan inovasi. Dalam masyarakat yang masih menghadapi tantangan seperti hoaks kesehatan, vaksinasi, dan penyakit tidak menular yang terus meningkat, kehadiran dokter sebagai komunikator sains sangatlah krusial. SETIAP-- tanggal 20 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional—sebuah tonggak sejarah yang menandai lahirnya kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan dan kemajuan bagi bangsa. Di tengah peringatan ini, menarik untuk menyoroti profesi yang tidak hanya berperan dalam penyelamatan nyawa, tetapi juga menjadi garda...
Opini

Buku-Buku yang Mengubah Dunia

Oleh  Bachtiar Adnan Kusuma Terima kasih kepada tokoh-tokoh yang ikut serta mendukung upaya memperluas akses terhadap buku-buku bermutu di Indonesia. Mereka menulis dan menerbitkan buku, lalu mewakafkannya ke berbagai perpustakaan kabupaten/kota, baik di Sulawesi Selatan maupun Indonesia Timur. Penulis mengucapkan terima kasih kepada: Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H. Dr. Adin Bondar, M.Si. Dr. K.H. Masrur Makmur Latanro, M.Pd.I. Dr. K.H. Amirullah Amri, M.A. Dr. H. M. Amir Uskara, M.Kes. Drs. H. Iksan Iskandar, M.Si. Dr. H. Alimuddin, S.H., M.H., M.Kn. Dr. H. Basmin Mattayang, M.Pd. Dr.H.Amran, M.Si....
Opini

Duta Baca itu Hebat

Oleh Muhammad Subhan Duta Baca sebaiknya juga penulis, selain pegiat literasi Taman Bacaan. Jangan hanya membaca buku, tapi juga menulis buku. Ini penting. Duta Baca penulis bisa jadi teladan. Duta Baca itu hebat. Sebab membaca dan menulis adalah satu kesatuan. TAHUN 2010--  saya menulis novel “Rinai Kabut Singgalang”. Prosesnya saya selesaikan di Rumah Puisi Taufiq Ismail. Kebetulan, pada 2009–2012 saya dipercaya mengurus rumah berdinding kaca itu. Lokasinya di pertemuan dua gunung: Marapi dan Singgalang. Saya senang. Karier saya sebagai wartawan yang dimulai sejak tahun 2000 sedang jenuh. Lalu saya bertemu...
Opini

Anak Nakal Mestikah ke Barak Tentara

Oleh Muhammad Subhan Bangun ruang-ruang aman. Ruang tempat anak bisa berbuat salah dan diperbaiki. Bukan dihukum. Bukan dihakimi. Tapi ditemani. Banyak anak yang tampak "nakal", ternyata punya kepekaan luar biasa. Tahu kapan ibunya sedih. Tahu kapan ayahnya stres. Tapi mereka belum tahu cara menolong. Jadi mereka resah. Lalu salah langkah. SESUNGGUHNYA --tidak ada anak nakal. Yang ada adalah anak-anak yang belum dipahami. Belum dituntun. Belum didengar. Belum disayangi sebagaimana mestinya. Kata “nakal” hanyalah label. Label yang ditempel buru-buru. Tanpa mau tahu. Tanpa ingin paham. Si anak memanjat pagar sekolah. Lalu...
OpiniPendidikan

Anak Hebat Tak Dilahirkan, Tapi Ditemani

Oleh: Entang Rukman, S.Pd Dr.dr. Andi Kurniawan, SpKO, dokter spesialis kedokteran olahraga, menegaskan bahwa aktivitas fisik harian mampu meningkatkan daya pikir dan konsentrasi anak. “Olahraga meningkatkan aliran darah ke otak, memperbaiki mood, dan membentuk disiplin,” ujarnya dalam Kompas Health (2023). Ketika anak berlari, melompat, atau bermain bola, mereka sebenarnya sedang membangun fondasi keberhasilan akademik dan sosialnya. Maka mari jadikan olahraga bukan sekadar kewajiban Jumat pagi, tetapi bagian dari budaya hidup sehat yang menyenangkan. KETIIKA-- halaman belum sepenuhnya membuka matanya, saya pernah melihat seorang anak kecil berjalan melewati gang sempit, mengenakan...
OpiniPendidikan

Jarak Antara Pendidik dan Guru

Oleh  Muhammad Subhan    Max Forman menyindir getir: “Guru adalah orang yang memulai hal-hal yang tidak pernah selesai, dan tidak pernah mendapat ucapan terima kasih hingga semuanya terlambat.”   PENDIDIK-- adalah seorang guru. Tapi tidak setiap guru adalah pendidik. Guru bisa hadir karena profesi. Pendidik hadir karena panggilan hati nurani. Guru mungkin datang karena gaji. Pendidik datang karena cinta. Menjadi guru adalah pekerjaan. Menjadi pendidik adalah jalan hidup. Hari ini kita memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tapi peringatan bukan tujuan. Ia seharusnya menjadi perenungan. Apakah pendidikan masih mendidik? Apakah guru masih...
OpiniPendidikan

Memaknai Warisan Ki Hajar Dewantara dalam Realitas Pendidikan Kontemporer

Oleh: Entang Rukman, Guru & Pemerhati Pendidikan Lebih dari seabad setelah pemikirannya digaungkan, sistem pendidikan kita masih menunjukkan paradoks. Di satu sisi, kurikulum Merdeka digagas untuk memberi ruang kebebasan dalam belajar; Di sisi lain, guru masih terjebak dalam penilaian berdasarkan angka, birokrasi yang menekan, dan orientasi hasil yang terlalu mekanistik. Sebuah studi dari Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbudristek (2023) menyebutkan bahwa 60% guru merasa waktu mereka tersita oleh tugas administratif atau mengajar secara bermakna. HARI-- Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei bukan sekadar seremonial tahunan. Ia adalah ajakan untuk...
Opini

H a r i B u r u h

Oleh  Muhammad Subhan KITA semua adalah buruh. Buruh bagi negara. Buruh bagi keluarga. Buruh bagi impian. Buruh bagi mesin ekonomi. Buruh bagi kata-kata yang tak kunjung selesai. Buruh bagi harapan yang tak pernah padam. Seorang petani yang menyemai benih pagi-pagi sekali, dia buruh. Seorang guru yang mengajar dengan gaji kecil, dia adalah seorang buruh. Seorang pengemudi ojek yang berani menembus hujan, dia seorang buruh. Seorang bidan desa yang berjaga di malam yang sunyi, dia adalah seorang buruh. Seorang pekerja komputer yang sibuk memperbaiki jaringan, dia adalah seorang buruh. Seorang seniman...
OpiniPendidikan

Larangan Siswa Membawa HP ke Sekolah: Antara Perlindungan dan Pembatasan Hak Digital

Oleh Entang Rukman,.S.Pd Literasi digital bukan tentang menghindari teknologi, tetapi tentang mengendalikan dan memanfaatkannya secara cerdas. Larangan  Siswa Membawa HP ke Sekolah: Antara Perlindungan dan Pembatasan Hak Digital. DI-- era digital saat ini, keberadaan ponsel pintar (HP) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, termasuk masyarakat anak-anak dan remaja. Namun, fenomena ini menimbulkan polemik tersendiri di lingkungan sekolah. Banyak sekolah yang melarang siswa membawa HP dengan alasan kedisiplinan, keamanan, hingga kesehatan mental. Di sisi lain, ada pandangan bahwa HP bisa menjadi alat bantu belajar yang relevan dengan perkembangan zaman. Untuk...
1 12 13 14
Page 14 of 14