Kolom Sosial Politik

Burung Gagak di Tel Aviv

42views

 

Oleh: Ridhazia

KAWANAN  besar burung gagak — yang disebut “murder of crows” — terlihat berterbangan di antara gedung-gedung megah dan tinggi sehingga menciptakan bayang-bayang gelap di ibukota Israel, Tel Aviv.

Pemandangan yang tak biasa terekam kamera dan langsung viral di media sosial itu. Bahkan sempat memicu beragam spekulasi.

Kehadiran jutaan burung pemakan bangkai (scavenger) itu memberi kabar buruk kalau sudah terlalu banyak korban yang terkubur di kota ini di tengah konflik regional Israel-AS kontra Iran.

Citra Mistis

Dalam berbagai budaya burung gagak dengan suara parau yang berisik memperkuat citra mistis kalau dalam mitos dianggap sebagai pembawa pesan bahwa kekalahan Israel sudah mendekat.

Dalam sejarah agama-agama, burung gagak sering dianggap sebagai isyarat penting dalam kehidupan manusia.

Di masa Ancient Rome, para pendeta bahkan menafsirkan pola terbang burung sebagai pesan dari dewa yang dapat memengaruhi keputusan perang dan politik.

Di dalam perspektif Islam, gagak juga disebutkan sebagai hewan yang mengajarkan manusia (Qabil) tentang cara menguburkan jenazah.

Apa kata Ilmuwan?

Secara ilmiah, penelitian menunjukkan fenomena yang terjadi di ibu kota Israel yang terlihat menyeramkan itu sebenarnya merupakan fenomena alam yang normal.

Peristiwa alam yang merupakan bagian dari migrasi musiman rutin di salah satu jalur migrasi burung tersibuk di dunia dan melintasi wilayah Israel setiap tahun saat musim semi.

Hewan yang berkumpul di area perkotaan selama musim berkembang biak menjadi isyarat risiko kalau kota-kota Israel menjadi lokasi berbahaya dari ancaman kematian massal.*

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan Gunung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response