Metro Bandung

BPBD Kota Bandung Ingatkan Masyarakat akan Potensi Kebakaran dan Kekeringan

61views

BANDUNG, BandungPos.id — Memasuki musim kemarau, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bencana. Meski Kota Bandung relatif aman dari kebakaran hutan dan lahan, potensi kebakaran permukiman dan kekeringan tetap perlu diantisipasi.

“Kalau berbicara potensi bencana di musim kemarau di beberapa daerah seperti Kalimantan biasanya terjadi kebakaran hutan. Namun di Kota Bandung relatif tidak ada karena kita tidak memiliki kawasan hutan yang luas,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bandung (BPBD), Didi Ruswandi, Senin (16/3/2026).

Ia menambahkan, kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman sebenarnya tidak masuk kategori bencana dalam regulasi kebencanaan.
Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah, terutama akibat kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.

Waspada kekeringan

Selain kebakaran, potensi lain yang perlu diwaspadai selama musim kemarau adalah kekeringan. Kondisi ini dapat berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat apabila musim kemarau berlangsung cukup panjang.

Didi juga mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi sederhana, salah satunya dengan menghemat penggunaan air.

“Yang paling penting adalah masyarakat bisa menghemat penggunaan air. Jangan sampai penggunaan air berlebihan apalagi jika musim kemarau berlangsung cukup lama,” ujarnya.

Disiplin masyarakat

Di sisi lain, pihaknya juga menyoroti pentingnya disiplin masyarakat dalam mencegah kebakaran di rumah. Instalasi listrik yang tidak aman dan penggunaan colokan listrik secara berlebihan menjadi salah satu pemicu kebakaran yang sering terjadi.

Selain itu, aktivitas memasak juga perlu mendapat perhatian. Banyak kasus kebakaran terjadi karena kelalaian, misalnya saat seseorang meninggalkan dapur ketika kompor masih menyala.

“Sering kali ketika sedang memasak, orang justru meninggalkan dapur, misalnya karena menonton televisi atau bermain ponsel. Hal-hal seperti ini yang sering memicu kebakaran,” katanya

Kajian kebencanaan

Didi juga menjelaskan, dalam kajian kebencanaan, musim kemarau termasuk dalam kategori hidrometeorologi kering, berbeda dengan musim hujan yang disebut hidrometeorologi basah. Pada kondisi tertentu, vegetasi yang kering seperti ilalang juga dapat memicu kebakaran apabila terkena percikan api kecil.

Meski demikian, risiko tersebut dinilai relatif kecil di Kota Bandung. Namun Didi tetap mengingatkan agar masyarakat, khususnya di wilayah yang masih memiliki area hijau atau vegetasi kering di bagian atas kota tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

“Tapi tetap perlu di antisipasi, apalagi wilayah yang masih memiliki area hijau atau vegetasi kering di bagian atas kota agar tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau,” tuturnya. (kyy/bg).**

Leave a Response