Olahraga

Binpres NPCI Jabar Lakukan Tes Parameter Sehari Usai Kejurda

134views

 

Bandung, BANDUNGPOS.ID- Bagi bidang pembinaan prestasi (Binpres) NPCI Jabar gelaran kejuaraan daerah (Kejurda) hukumnya wajib. Di event seperti itulah binpres bisa melihat perkembangan atlet dari berbagai aspek seperti mental, motivasi, rasa percaya diri dan semangat untuk memenangkan pertandingan.

“Pada saat kita akan mengikuti multi event yang lebih tinggi biasanya atlet yang masuk ke Jawa Barat  waktunya mepet untuk bertanding sedangkan mempersiapkan atlet butuh interval waktu yang cukup lama. Nah lewat Kejurda kita bisa melihat apakah pengcab melakukan pembinaan atau tidak selama ini,” ujar Bidang Pembinan Prestasi (Binpres) NPCI Jabar Iman Imanudin, M.Pd, Senin (8/12/2025) di venue cabor bochia Kejurda NPCI Jabar 2025 di di SPOrT Arcamanik Jalan Pacuan Kuda Kota Bandung.

Iman mengatakan, selain Kejurda bidang Binpres NPCI Jabar selalu melakukan tes parameter untuk menentukan siapa yang akan mewakili Jabar di berbagai multi event. Idealnya – lanjut Iman, Kejurda minimal digelar setahun sekali.

“Percuma pengcab melakukan pembinaan atlet kalau peaknya tidak ada. Atlet mungkin diterpa rasa kesal karena setiap hari berlatih tapi petandingannya tidak ada. Oleh karena itu saya setuju kalau kejurda dilaksanakan setahun sekali. Mungkin karena faktor efisiensi, kejurda kali ini hanya mempertandingkan 6 cabor. Kedepan harus 17 atau 20 cabor, sesuai dengan yang dipertandingkan di Peparnas” ujar Iman.

Menurut Iman, Binpres selalu melihat parameter. Apabila parameternya meningkat berarti pengcab telah melakukan pembinaan dengan benar. Begitu juga dicabor terukur, apabila limitnya meningkat pengcab yang bersangkutan berada di posisi on the track dalam membina atletnya.

NPCI Jabar telah memiliki data base, baik untuk cabor terukur maupun tidak. Pemantauan dilakukan day by day. Oleh karena itu disetiap akhir tahun ada kejurda dan ada tes parameter.

“Sejauh ini saya belum bisa melihat dan menilai apakah setiap pengcab NPCI diseluruh kota dan kabupaten di Jabar telah melakukan pembinaan dengan baik. Sebab meskipun juara belum tentu parameternya bagus. Ini salah satu kelemahan olahraga di  Indonesia, selalu ada mitos yang penting juara tanpa melihat juara itu dibangun dengan modal seperti apa,” ungkap Iman.

Sebagai seorang praktisi olahraga, Iman menegaskan selalu mendorong soal modal paling dasar yaitu semangat membina . Seandainya modal meningkat otomatis prestasipun akan meningkat pula. Imej yang penting juara yang harus dihilangkan.

“Makanya setelah Kejurda selesai. Mereka yang mendapatkan medali – baik itu emas, perak maupun perunggu, akan kita tes langsung parameternya. Untuk efisiensi waktu, mereka yang mendapatkan medali tidak langsung pulang kedaerahnya, tapi pada hari Rabu (10/12/2025) atau sehari usai kejurda kita tes langsung parameternya,” tutur Iman. (den).

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Response