Kabupaten/Kota

Bimtek Literasi Informasi Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan

Bimtek Literasi Informasi Dinas Perpustakaan Kabupaten

24views

SURABAYA, Bandungpos.id–Pada Senin 19-20 November 2026 Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan menyelenggarakan bimtek literasi, dengan tema : Literasi Informasi untuk Pustakawan, Guru, dan Pegiat Literasi. Dihadiri Seratus peserta dari berbagai tingkat sekolah dan perpustakaan desa. Kegiatan ini menggunakan dana alokasi khusus non fisik Perpustakaan Nasional RI.

Acara dibuka oleh Joko, Kepala Bidang Kearsipan, ia menyampaikan urgensinya literasi bagi para pustakawa, guru, pegiat, dan masyarakat. Literasi pilar penting sebagai uapaya mewujudnkan masyarakat yang berpengetahuan.

Bambang Prakoso, dosen ilmu perpustakaan FISIP UWKS sebagai pemateri pertama, mengajak masyarakat membaca buku menjadi bagian dari kultur masyarakat, pustakawan, guru, pegian literasi menjadi model dengan memberi contoh. Sejarah mencatat Nusantara pernah menjadi kompas peradaban dunia, kita sebagai masyarakat harus merawat warisan adiluhung leluhur suapaya tidak tercerabut dari akar. Warisan literasi kitab-kitab, karya seni budaya, candi, keris diakui sebagai warisan dunia, ibuhnya.

Pemateri ke Dua Meinia Prasyesti K. Dosen Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi UNAIR menyampaian strategi membangun budaya baca, memebaca buku sebagai kesenangan adlah kegiatan memebaca yang yang dilakukan dengan penuh kesadaran, tanpa paksaaan, semata karena anak menikmati prosesnya. Ketika membaca menjadi kesenangan, bukan kewajiban kebiasaan akan tumbuh secara alamai dan berkelanjutan.

Pemateri ke Tiga Dedy Dwi Putra Dosen Ilmu perpustakaan dan Informasi UIN Malang, memaparkan tentang esensi literasi informasi dalam konteks kehidupan sehari-hari seperti mengidentifikasi kebutuhan, mencari, menggunakan, dan menciptakan informasi, termasuk didalamnya tentang analisis dan sistesis informasi yang menjadi modal penting bagi guru, pustakawan dan pegiat literasi untuk menjalankan perannya.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini tidak boleh berhenti sebagai pemenuhan seremonial serapan anggaran DAK semata. Esensi sesungguhnya dari pelatihan ini terletak pada apa yang terjadi setelah para peserta kembali ke sekolah, perpustakaan, dan desa mereka masing-masing.

Ketiga akademisi dari UWKS, UNAIR, dan UIN Malang telah memberikan pembahasan yang jelas. Kini, bola salju peradaban itu ada di tangan para peserta. Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah daerah dan militansi para pegiat di lapangan, jalan menuju masyarakat kabupaten Pacitan yang berpengetahuan, berbudaya, dan meningkan kesejahteraan akan terwujud.**(Adem/BNN)

Leave a Response