Kolom Sosial Politik

Berkirim Pesan Tanpa Makna

215views

 

Oleh: Ridhazia

DI dunia maya, kecepatan telah mengalahkan kedalaman. Bahkan mengalahkan kebenaran yang sunyi.

Itu kesimpulan ahli teori media, dan kritikus budaya Neil Postman (1933-2003) dalam buku ” Dari Layak Didengar Menjadi Sekadar Terdengar: Krisis Etika di Era Digital”.

Kini, di era digital cukup punya akun untuk bersuara apapun meski tanpa isi, tanpa etika.

Bahkan transformasi budaya pun dari dunia yang menghargai makna kini berubah menuju dunia yang memuja eksistensi digital.

Dulu dan Sekarang

Fenomena menarik yang diamatinya, dulu seseorang berbicara setelah belajar, merenung, dan membuktikan dirinya layak.

Kini seringkali hanya sekadar “terdengar” saja sudah cukup meski pesan yang disampaikan tanpa nilai tambah atau bahkan merusak. *

* Ridhazia, dosen senior Fidkom UIN Sunan GUnung Djati, jurnalis dan kolumnis, pemerhati psikologi dan komunikasi sosial politik, bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Leave a Response