Raja Jawa PALSU
Oleh Budi Setiawan PERNYATAAN Bahlil Lahadalia, Ketua Umum DPP Partai Golkar yang baru, dalam Musyawarah Nasional XI Partai Golkar di Jakarta Convention Center, 21 Agustus 2024 lalu, telah memicu diskusi hangat. Saat menyebut "Raja Jawa" dalam visinya untuk Golkar, banyak yang mempertanyakan maksud sebenarnya dari istilah tersebut. Apakah "Raja Jawa" merujuk pada figur politik tertentu atau sekadar metafora untuk kekuasaan besar di Jawa? Metafora ini menimbulkan berbagai interpretasi dan pertanyaan tentang siapa yang dimaksud. Penggunaan istilah "Raja Jawa" sebetulnya berpotensi menafikan keberagaman etnis di Jawa, seperti suku Sunda, Banten, dan...