
Bandung, BANDUNGPOS.ID – Gelaran DUEL XIII yang digagas Bandung Fighting Club (BFC) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung di GOR Saparua, Minggu (31/8/2025) menghadirkan surprise. Pasalnya Ketua DPC Baladhika Karya Kota Bandung Agung Satria Negara tampil menghadapi Ketua DPD Sundawani Kota Bandung Ade Hadian di nomor bebas MMA profesional.
Namun sayang, duel yang ditunggu-tunggu komunitas olahraga keras ini batal tersaji. Musababnya Ade Hadian urung tampil. Dengan demikian Agung dinyatakan menang Walk Over (WO).
“Yang bersangkutan (Ade Hadian) tidak tampil di oktagon saat dipanggil panitia pada hari Minggu tanggal 31 Agustus pukul 11 siang sesuai dengan jadwal yang telah dikirimkan kepada ketua DPD Sundawani Ade Hadian,” ujar Agung, Senin (1/9/2025) di Bandung.
Bagi Agung kemenangan WO bisa dijadikan parameter sekaligus pembuktian bahwa disisi lain sebagai insan olahraga jiwa sportiftas dan ksatria adalah hal utama.
“Permasalahan di organisasi itu selalu ada. Nilai lebihnya adalah, hal ini (permasalahan di organisasi) bisa dijadikan ajang percontohan untuk seluruh warga kota Bandung agar bisa menjaga kondusifitas, keamanan dan kenyamanan di Kota tercinta ini,” tutur Agung.
Agung mengurai ihwal gejolak dan riak-riak di organisasi seyogyanya bisa diselesaikan dengan kepala dingin berbekal jiwa ksatria dan sportifitas.
“Kedepan saya berharap bakal tersaji event DUEL XIV, XV dan seterusnya. Siapa tahu event ini menjadi percontohan dengan digelarnya pertandingan persahabatan antar Ormas atau antar komunitas seperti halnya yang telah dilakukan di Jakarta,”papar Agung.
Intinya Agung berharap dengan digelarnya duel persabahatan ini bermuara ke soal nama baik organisasi. Duel yang urung tergelar antara Agung Satria Negara dan Ade Hadian dihadiri oleh ormas, komunitas dan klub-klub motor se kota Bandung.
“Di Bandung itu bukan mencari siapa yang jago dan siapa yang hebat. Pesannya adalah mari sama-sama menjaga kondusifitas kota Bandung dibanding misalnya melakukan anarkis dan sikap arogansi. Akan lebih terpuji jika semuanya diselesaikan dengan baik-baik, secara laki-laki dan jantan dan tentunya legal, sesuai dengan jargon DUEL XIII yaitu hobi berantem asal legal,” ujar Agung.
Agung berpesan untuk seluruh keluarga besar Baladhika di Kota Bandung agar menjadikan pentas DUEL XIII sebagai penyemangat, kemudian jangan mudah terprovokasi yang bisa memancing keributan.
“Mari segala sesuatunya kita percayakan ke hukum yang berlaku di Indonesia dan juga Kota Bandung,” tegas Agung.
Saat ini mayoritas atlet yang berlatih di Satria Negara Fihting Camp yang beralamat di jalan Tupai No 8 Kota Bandung ada di kick boxing dan MMA. Mereka yang ingin bergabung berlatih persyaratannya sederhana, yakni memiliki niat kuat untuk berlatih.
Disisi lain Agung bersyukur jalannya pentas DUEL XIII berlangsung lancar. Bahkan atlet-atlet binaan Baladhika Karya Satria Negara Fighting Camp semuanya mampu menunjukkan prestasi mumpuni. Misalnya dikelas silat bebas amatir. Dua atletnya atas nama Ajib (kelas 52 kg) dan Maliki (kelas 56 kg) tampil sebagai juara.
“Ajib dan Maliki menang TKO di ronde 1. Begitu juga nomor silat bebas pro atas nama Kiki (kelas 52 kg) yang juga menang TKO di ronde 1,” ucap Agung. (den)




