Daerah

PWK Unisba Dukung Penyusunan RDTR dan KLHS Kabupaten Wonogiri untuk Pembangunan Berkelanjutan

31views

KABUPATEN WONOGIRI, bandungpos.id – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung (Unisba), terus memperluas kontribusinya dalam mendukung penataan ruang dan pembangunan daerah. Kali ini, PWK Unisba terlibat dalam pendampingan penyusunan dokumen Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk mendorong terwujudnya perencanaan tata ruang yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) 1 yang membahas kesepakatan delineasi kawasan perkotaan pada Wilayah Perencanaan Baturetno dan Jatisrono. Agenda ini juga disertai Konsultasi Publik 1 KLHS untuk menghimpun berbagai isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan daerah.

Rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan di Aston Solo Hotel pada 14 Oktober 2026, pukul 09.00–17.00 WIB.

Keterlibatan PWK Unisba menjadi bentuk nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan penataan ruang sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan daerah. Berbekal kompetensi di bidang perencanaan wilayah dan kota, tim PWK Unisba turut mendukung identifikasi karakteristik wilayah, penentuan batas kawasan perencanaan, serta penyusunan landasan perencanaan dengan memperhatikan potensi dan tantangan daerah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan secara daring oleh perwakilan Direktorat Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II. Pembukaan dilaksanakan secara paralel untuk tiga wilayah sasaran, yakni Kabupaten Pemalang, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Wonogiri.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penyusunan dokumen penataan ruang daerah sekaligus memperkuat perencanaan pembangunan di tingkat nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Wonogiri, dr. Adhi Dharma, M.M., hadir secara langsung mewakili Bupati Wonogiri untuk menyampaikan sambutan dan arahan strategis.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kerja sama ini juga menjadi kesempatan bagi PWK Unisba untuk mengimplementasikan ilmu perencanaan wilayah dan kota dalam menjawab kebutuhan pembangunan di Kabupaten Wonogiri. Melalui diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan, penyusunan dokumen RDTR dan KLHS diharapkan mampu menggambarkan kondisi wilayah saat ini, mengidentifikasi potensi yang dimiliki, serta mengakomodasi kebutuhan pembangunan secara menyeluruh.

Pembahasan dibagi menjadi dua sesi utama. Sesi RDTR dipandu oleh Djoko Wuri selaku Kepala Bidang Penataan Ruang, sedangkan sesi KLHS dipandu oleh Wiwik selaku Kepala Bidang Lingkungan Hidup.

Kolaborasi Lintas Disiplin Perkuat Penyusunan RDTR dan KLHS

Pendampingan penyusunan RDTR dan KLHS Kabupaten Wonogiri melibatkan kolaborasi antara PWK Unisba dan tim penyusun dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba.

Tim tersebut didukung tenaga ahli dari berbagai bidang keilmuan, meliputi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Studi Ekonomi Pembangunan, serta dosen di lingkungan Fakultas Teknik Unisba.

Pendekatan lintas disiplin ini memungkinkan proses perencanaan mempertimbangkan berbagai aspek secara lebih komprehensif. Selain dimensi spasial atau keruangan, penyusunan dokumen juga memperhatikan faktor ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berpengaruh terhadap arah pembangunan daerah.

Dengan dukungan keahlian tersebut, dokumen RDTR dan KLHS diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang sesuai dengan karakteristik Kabupaten Wonogiri serta menjadi landasan dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Bagi PWK Unisba, keterlibatan ini sekaligus merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi, terutama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Penerapan ilmu pengetahuan dan keahlian akademik secara langsung diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan pemerintah daerah dalam merumuskan perencanaan pembangunan yang tepat dan terarah.

Pelaksanaan FGD 1 dan Konsultasi Publik 1 KLHS menghasilkan sejumlah keluaran penting yang akan digunakan sebagai acuan dalam tahapan penyusunan dokumen berikutnya.

Salah satu hasil utama kegiatan tersebut adalah berita acara kesepakatan delineasi kawasan. Dokumen ini menjadi bukti kesepahaman para pihak mengenai batas wilayah perencanaan di Baturetno dan Jatisrono.

Selain itu, kegiatan menghasilkan daftar panjang isu strategis KLHS atau long list. Daftar tersebut merangkum berbagai persoalan pembangunan yang ditinjau berdasarkan tiga dimensi utama keberlanjutan, yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Berbagai hasil pembahasan tersebut menjadi landasan awal bagi tim penyusun untuk melanjutkan proses perencanaan. Tahapan selanjutnya meliputi penyusunan dokumen fakta dan analisis, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dokumen rencana secara lebih mendalam.

Melalui pendampingan ini, PWK Unisba menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam pengembangan ilmu perencanaan wilayah dan kota serta mendukung terwujudnya tata ruang yang berkualitas, mampu merespons kebutuhan masyarakat, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan menjadi langkah strategis untuk mendorong pembangunan Kabupaten Wonogiri yang semakin maju, terencana, dan berwawasan lingkungan.(askur/nmn)****

Leave a Response