
Bandung – BANDUNGPOS.ID – Secara aklamasi Buky Wibawa terpilih menjadi ketua umum PSSI Jawa Barat periode 2026-2030 dalam kongres PSSI Jabar di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Sabtu (17/10/2026). Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan tidak mungkin membangun sesuatu dengan perpecahan.
“Aklamasi bukan berarti sesuatu yang negatif. Ketika seluruh pemilik suara bersatu, pemerintah daerah bersatu, KONI mendukung, dan seluruh pemangku kepentingan sepak bola mendukung, kita bisa membangun sepak bola bersama-sama,” ujar Erick, setelah mengukuhkan Buky sebagai ketua umum PSSI Jawa Barat.
“Hal itu juga harus didukung pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pihak terkait. Salah satu cara yang paling memungkinkan untuk menambah jumlah wasit dan pelatih adalah melalui pembinaan dari tingkat bawah, bukan hanya di level liga,” kata Erick.
Erick mengatakan, bisa bekerja sama dengan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tadi juga sudah disampaikan dukungan dari sejumlah pihak.
Setelah sebelumnya kita membangun liga dan tim nasional, kata Erick, ke depan PSSI harus mulai membangun sepak bola dari bawah melalui provinsi-provinsi.
“Ini yang bisa kita dorong, kalau Jepang dan Belanda bisa, mengapa Indonesia tidak bisa, kita harus bisa, tentu dimulai dari provinsi,” katanya
Erick mengaku, bangga bisa hadir dan menjadi bagian dari perubahan besar sepak bola, khususnya di Jawa Barat dan juga di provinsi-provinsi lainnya.
Saat disinggung program Pemerintah Jawa Barat, berencana membangun satu lapangan di satu desa, Erick mengaku terharu.
“Saya terharu membayangkan anak-anak di desa bisa mendapatkan kesempatan untuk berolahraga. Salah satu tantangan pada masa depan adalah ketika jumlah penduduk usia lanjut semakin meningkat, tetapi kondisi kesehatannya kurang baik,” tuturnya.
Erick mengungkapkan, dengan mendorong masyarakat, khususnya anak-anak, untuk berolahraga, itu bisa menekan biaya kesehatan pada masa depan karena masyarakat sudah dibiasakan hidup sehat sejak dini.
“Ketika anak-anak di desa mulai belajar bermain sepak bola, mereka juga belajar disiplin, seperti bangun pagi, berlatih, dan berkompetisi dengan baik. Kompetisi harus dijalankan secara sehat, bukan dengan kekerasan, menang atau kalah merupakan hal yang biasa,” ujar Erick.
Program ini, kata Erick, harus didukung, jika kegiatan sepak bola bisa berjalan di desa-desa dan kemudian berkembang ke kota, berharap berbagai persoalan sosial di kalangan remaja, termasuk penyalahgunaan narkoba, dapat ditekan karena mereka fokus dan memiliki kegiatan positif.
“Saya yakin program ini akan membawa manfaat,” katanya.
“Komitmen mengenai kapan tim nasional akan bermain di Jawa Barat,” ujarnya.
Konsultan Profesional
Menjawab hal tersebut, Ketua Umum PSSI Jawa Barat yang baru dikukuhkan, Buky Wibawa, mengaku, tentu untuk itu, akan ada evaluasi terhadap stadion yang sudah tersedia.
“Seperti Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dan Stadion Si Jalak Harupat. Stadion yang akan digunakan untuk pertandingan tim nasional harus memenuhi standar tertentu, termasuk kapasitas minimal 40.000 penonton, fasilitas parkir, dan sarana pendukung lainnya,” kata Buky.
Buky mengaku, sebenarnya sudah membicarakan hal ini dengan Gubernur Jawa Barat, pak Gubernur juga ingin melihat kemungkinan pembenahan Stadion Si Jalak Harupat agar memenuhi standar yang dibutuhkan.
Menurut Buky, konsultan yang digunakan alangkah lebih baiknya, langsung dari FIFA, pembicaraan mengenai hal ini juga sudah dilakukan bersama Pak Erick.
“Selain program-program yang disampaikan Pak Erick, sepak bola harus terus dikembangkan dengan membangun ekosistem yang lebih luas,” ujar di.
Menurut Bucky, pengembangan sepak bola tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan UMKM dan pariwisata olahraga atau sports tourism.
“Dengan demikian, sepak bola memiliki potensi untuk memberikan dampak pada berbagai sektor. Inilah yang disebut sebagai ekosistem olahraga yang tumbuh dari sepak bola,” ucapnya.
Buky mengatakan, ini merupakan kepercayaan dari voters yang berjumlah 95 ini tentu merupakan kepercayaan dari teman-teman yang tadinya akan maju menjadi calon ketua PSSI, dari Prof Tommy, dari Kang M Farhan.
“Tentu saja selama ini juga ada peran yang tidak kalah penting, yang sangat penting, yaitu kehadiran Bu Vivi sebagai PLT PSSI Provinsi Jawa Barat, yang terus-terusan memberikan pembinaan yang luar biasa,” katanya. (den).





